BALIEXPRESS.ID - Ni Ketut Vila Harini dikenal sebagai penggagas sanggar seni di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.
Sanggar yang berlokasi di dekat Pura Hyang Api, Kelusa ini pun dibentuknya dimulai dari anggota berjumlah 10 orang.
Hal tersebut diungkapkannya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) pada Selasa (25/2). Dia menuturkan nama sanggar yang digagasnya itu bernama Sanggar Seni Werdhi Asih.
“Dibentuk sejak tahun 2018 , diberikan nama serta logo oleh Bapak Mangku Nyoman Sudana , yang memiliki makna tumbuh berkembang dalam cinta dan kasih sayang,” papar Harini.
Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan logo teratai emas diharapkan, agar werdhi asih tumbuh seperti bunga teratai yang mampu hidup di tiga elemen (udara,air,dan tanah).
Maka werdhi asih juga mampu merangkul segala lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial,ekonomi,maupun kasta.
“Sementara seperti emas itu sendiri memiliki kejayaan dan kewibawaan sepanjang masa. Awal mulanya werdhi asih hanya sebagai tempat berkumpulnya beberapa anak yang menyukai tari. Diawali dengan 10 orang anak yang rajin belajar tari wali,kemudian seiring berjalannya waktu werdhi asih semakin banyak anggota dan semakin banyak kegiatan,” tegasnya.
Diungkapkan juga kegiatan di sanggar tersebut dilakukan secara mingguan berupa latihan regular.
Sementara program bulanan ada pentas ke hotel terdekat dan ngayah jika ada odalan.
“Sedangkan program tahunan ada juga kenaikan tingkat. Sementara tahun ini ada lomba ogoh-ogoh mini,” pungkas Harini. *
Editor : Putu Agus Adegrantika