Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anak-Anak Diperkenalkan Tata Busana Adat ke Pura

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 20 Maret 2025 | 00:03 WIB

BUSANA : Pembinaan anak-anak terkait tata busana adat ke pura.
BUSANA : Pembinaan anak-anak terkait tata busana adat ke pura.

BALIEXPRESS.ID -  Busana adat yang digunakan untuk ke pura biasanya tergantung pada budaya dan tradisi masing-masing daerah, terutama di Bali.

Pakaian adat yang dikenakan ke pura sangat penting karena berfungsi untuk menghormati Tuhan, leluhur, dan tempat suci itu sendiri dalam pelaksanaan persembahyangan.

Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Ekayanti, menjelaskan pakaian untuk pria yang paling kelihatan adalah menggunakan udeng.

“Udeng merupakan sejenis penutup kepala yang terbuat dari kain, dililitkan di kepala. Udeng biasanya berwarna hitam, putih, atau motif tradisional,” paparnya.

Baca Juga: Hindu dan Moderasi Beragama

Kedua ada sarung, yang dikenakan di bagian bawah tubuh, biasanya berwarna hitam, putih, atau motif kotak-kotak.

Kemudian pada samping, sebuah kain yang dililitkan di pinggang sebagai pelengkap, biasanya menggunakan kain batik atau motif tradisional.

Sedangkan yang selanjutnya ada selendang, digunakan untuk melengkapi pakaian, yang dililitkan di pinggang.

“Sementara untuk wanita, baju atasan tradisional yang sering dikenakan oleh wanita Bali, biasanya terbuat dari kain lace atau brokat. Kamen, dikenakan di bagian bawah, biasanya terbuat dari kain batik atau kain tradisional lainnya,” beber Eka.

Disebutkan juga terdapat selendang, kain yang dipakai di pinggang. Khusus untuk wanita rambut biasanya diikat rapi dan dihias dengan aksesoris tradisional.

“ Saat ke pura, penting untuk memperhatikan adab berpakaian yang sopan, dengan pakaian yang menutup tubuh secara rapi dan sesuai dengan tradisi lokal,” tegasnya. * 

Editor : Putu Agus Adegrantika