Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fungsi dan Posisi Palinggih di Setiap Rumah Umat Hindu Bali: Mulai dari Pamerajan hingga Luar Rumah

I Putu Suyatra • Minggu, 23 Maret 2025 | 19:18 WIB

Palinggih di dalam Pamerajan umat Hindu Bali
Palinggih di dalam Pamerajan umat Hindu Bali

BALIEXPRESS.ID - Di balik keindahan arsitektur rumah-rumah tradisional Bali, terdapat satu bagian yang sarat dengan makna spiritual—Sanggah atau Pamerajan yang menjadi tempat suci umat Hindu Bali.

Tak sekadar tempat pemujaan bagi umat Hindu Bali, Sanggah menyimpan rahasia tentang berbagai jenis Palinggih yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti mengungkap bahwa dalam setiap Sanggah, terdapat tiga jenis utama Palinggih yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual keagamaan masyarakat Hindu Bali.

Baca Juga: Indonesia AirAsia Operasikan Rute Denpasar-Darwin, Perkuat Konektivitas Indonesia-Australia

"Jenis-jenis Palinggih ini meliputi Palinggih Pokok, Palinggih Padma, dan Palinggih Penyawangan," jelasnya.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua rumah memiliki jenis Palinggih yang sama?

Setiap Palinggih memiliki peran khusus dalam menjaga keseimbangan spiritual keluarga.

Menguak Fungsi Palinggih: Dari Pemanggil Leluhur hingga Penghubung ke Pura Sakral

Palinggih Pokok

Palinggih ini menjadi pusat utama pemujaan leluhur dan biasanya berada di area utama Sanggah atau Pamerajan.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak: Pemotor Tewas Mengenaskan Usai Hantam Truk di Kegelapan Malam

Beberapa jenis Palinggih Pokok yang sering ditemukan di rumah-rumah keluarga Bali antara lain:

Bagi keluarga yang memiliki Sanggah Gede, terdapat tambahan Palinggih seperti Pertiwi, Catu Meres, dan Manjangan Seluwang, yang semakin memperkuat aspek spiritual rumah tersebut.

Palinggih Padma

Berbeda dengan Palinggih Pokok, Palinggih Padma bukanlah keharusan dalam setiap rumah.

Palinggih ini didedikasikan untuk pemujaan langsung kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga lebih sering ditemukan di Pura keluarga atau Pamerajan besar.

Palinggih Penyawangan

Bagi mereka yang tidak dapat melakukan persembahyangan langsung di pura besar seperti Pura Besakih atau Gunung Agung, Palinggih Penyawangan menjadi alternatif penting.

Baca Juga: Pesan Khusus Manajer Timnas Indonesia untuk Sang Pelatih di Tengah Gelombang Tagar #PatrickKluivertOut Jelang Duel Lawan Bahrain

Palinggih ini berfungsi sebagai perantara pemujaan kepada para Dewa atau Bhatara-Bhatari, sehingga energi spiritual tetap dapat disalurkan meskipun dari kejauhan.

Palinggih di Luar Pamerajan: Penjaga Energi Rumah yang Jarang Diketahui

Tidak hanya di dalam area Sanggah, beberapa Palinggih juga berada di luar pekarangan utama, berfungsi sebagai pelindung rumah dan lingkungan sekitar:

Dengan beragamnya jenis dan fungsi Palinggih ini, rumah keluarga Bali bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat energi spiritual yang menjaga keseimbangan antara manusia, leluhur, dan alam semesta. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kemulan #hindu bali #sanggah #pekarangan