Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Gunung Agung: Tempat Memohon Taksu Dagang dan Misteri Ular Penjaga di Bali

I Putu Suyatra • Selasa, 1 April 2025 | 03:57 WIB

Pura Gunung Agung, yang terletak di Desa Adat Tuka, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, menjadi tempat bagi para pedagang untuk memohon taksu (aura keberuntungan).
Pura Gunung Agung, yang terletak di Desa Adat Tuka, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, menjadi tempat bagi para pedagang untuk memohon taksu (aura keberuntungan).

BALIEXPRESS.ID - Di tengah hiruk pikuk Pulau Dewata yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tersimpan sebuah tempat suci Hindu Bali unik dengan fungsi khusus dan kisah-kisah misterius.

Pura Gunung Agung, yang terletak di Desa Adat Tuka, Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, menjadi tempat bagi para pedagang untuk memohon taksu (aura keberuntungan).

Tempat suci Hindu Bali yang diempon oleh 30 Kepala Keluarga (KK) ini memiliki konsep dwi mandala dan diyakini dijaga oleh ular duwe (ular sakral).

Baca Juga: Saat Nyepi dan Idul Fitri Berdampingan di Bali, Toleransi Sejati Terungkap!

Keunikan lain dari pura ini adalah adanya satu tempat untuk semua palinggih, sehingga terlihat seperti pura hyang ibu.

Tempat Memohon Taksu Dagang

Jro Mangku I Made Repan, pemangku Pura Gunung Agung, menjelaskan bahwa pura ini sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin membuka usaha dagang.

Sebelum memulai usaha, mereka akan datang membawa pejati (sesajen) dan menghaturkannya di Gedong Ida Ratu Made Pengeragoan.

Baca Juga: Larangan Daging Babi di Pura Dalem Tungkub: Misteri dan Keunikan Tempat Suci Hindu Bali Tertua di Mengwi

"Pejati ditaruh di atas pelangkiran tempat berjualan. Banyak yang sudah membuktikan hasil nunas taksu dagang di pura tersebut," ungkap Jro Mangku I Made Repan.

Misteri Ular Penjaga dan Kereta Gaib

Selain fungsi khususnya sebagai tempat memohon taksu dagang, Pura Gunung Agung juga menyimpan kisah-kisah misterius.

Secara niskala, pura ini diyakini memiliki duwe berupa ular penjaga.

Konon, nenek dari Jro Mangku I Made Repan pernah mengalami mimpi melihat Ida Ratu Made Pengeragoan naik kereta hijau dengan kuda hijau.

Kereta tersebut diyakini sebagai kendaraan gaib dari Ida Ratu Made Pengeragoan.

Perubahan dan Pemugaran Pura

Pura Gunung Agung telah mengalami beberapa kali perubahan dan pemugaran.

Awalnya, kondisi pura ini tidak terlalu baik dan hanya mengandalkan hasil panen dari sawah pelaba pura untuk biaya piodalan.

Baca Juga: Model Ayu Aulia Beri Pengakuan Mengejutkan Terkait Klaim Lisa Mariana Punya Anak dengan Ridwan Kamil

Namun, setelah dikelola oleh pengurus, biaya piodalan mulai dibagi dan perbaikan pura pun dilakukan secara bertahap.

Pada tahun 2013, proposal yang diajukan pengurus pura mendapat respon positif, sehingga pemugaran besar dapat dilakukan.

Arsitektur Unik dan Palinggih Sakral

Pura Gunung Agung memiliki dwi mandala, dengan utamaning mandala berisi beberapa palinggih sakral, seperti Meru Tumpang Tiga (yang sebelumnya tumpang lima), Padmasana, Gedong Ida Ratu Made Pengeragoan, dan Pelik Sari.

Madya mandalanya berupa area jaba pura yang langsung menghadap jalan, dengan Palinggih Ratu Ngurah.

Destinasi Wisata Religi yang Menarik

Pura Gunung Agung adalah sebuah tempat yang penuh dengan keunikan dan misteri.

Fungsinya sebagai tempat memohon taksu dagang, kisah-kisah mistisnya, dan arsitekturnya yang unik membuat pura ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik di Bali. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#dagang #Kabupaten Badung #Pura Gunung Agung #hindu bali #taksu