Cerita Unik Tempat Suci Hindu Bali: Misteri Lingga Yoni 'Besi' di Lereng Batukaru, Pertanda Bencana dan Kesejahteraan Jagat?
I Putu Suyatra• Selasa, 29 April 2025 | 02:10 WIB
Pura Luhur Besi Kalung
BALIEXPRESS.ID - Menyusuri lereng selatan Gunung Batukaru yang diselimuti hawa sejuk, tersembunyi sebuah tempat suci Hindu Bali dengan nama yang tak lazim: Pura Luhur Besi Kalung.
Bukan sekadar nama unik, pura yang terletak di Banjar Utu, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, ini menyimpan segudang sejarah dan kisah misterius, salah satunya keyakinan akan keberadaan lingga yoni yang diyakini sebagai penentu keamanan dan kesejahteraan semesta.
Nama "Besi Kalung" sendiri ternyata bukan tanpa alasan.
Menurut penuturan Jero Mangku Gede Luhur Besi Kalung, Ni Wayan Swinari (dalam wawancara tahun 2016), nama tersebut merujuk pada pelinggih agung (bangunan suci utama) pura yang menyimpan lingga (simbol Siwa) berbentuk bulat panjang dengan hiasan lingkaran menyerupai kalung (yoni, simbol Shakti).
Konon, di masa lampau, lingga ini akan mengeluarkan suara nyaring seperti besi ketika dipukul.
Kata "Luhur" disematkan karena letak pura yang berada di ketinggian lereng Gunung Batukaru.
Meskipun belum ada catatan babad yang pasti mengenai sejarah pendiriannya, lontar setempat mengindikasikan bahwa pelinggih agung di Pura Luhur Besi Kalung merupakan peninggalan purbakala yang diperkirakan berasal dari abad IX hingga XII Masehi.
"Yang berstana di pelinggih agung adalah Ida Bhatara Sang Hyang Ciwa Sakti dengan segala kemahakuasaannya," ungkap Jero Mangku Gede.
Layaknya pura-pura kuno di Bali, Pura Luhur Besi Kalung juga dikenal memiliki aura mistis.
Pelataran pelinggih agung menjadi area sakral yang terlarang dimasuki sembarang orang.
Konon, siapapun yang berani melanggar, apalagi dengan niat buruk, akan menemui celaka. Tak heran, banyak tokoh politik dan pejabat yang datang untuk semedi (meditasi) mencari berkah, serta masyarakat yang memohon keturunan di pura ini.
Namun, misteri yang paling mengundang perhatian adalah keyakinan mengenai lingga yoni di pelinggih agung.
Jero Mangku Gede menjelaskan bahwa posisi tegak lingga yoni melambangkan keamanan dan kesejahteraan jagat.
Sebaliknya, jika lingga yoni yang awalnya tegak tiba-tiba berubah miring, masyarakat setempat meyakini itu sebagai pertanda akan datangnya bencana, bahkan berskala nasional.
Fenomena ini dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di masa lalu, seperti letusan gunung di Jawa pada tahun 2013, serta rangkaian musibah dan gejolak politik di tahun 1932, 1945, 1965, hingga 1998.
"Tapi posisi lingga yoni akan kembali seperti semula dengan sendirinya. Ketika bencana atau sebuah kejadian besar berhenti," imbuh Jero Mangku Gede.
Selain keyakinan akan pertanda lingga yoni, masyarakat sekitar juga mempercayai bahwa Pura Luhur Besi Kalung dijaga oleh makhluk gaib berupa naga dan macan.
Beberapa warga mengaku pernah melihat penampakan kedua hewan tersebut di sekitar pura.
Tak hanya itu, seekor anjing hitam setia yang dipanggil Blacky juga seolah menjadi penjaga kasat mata pura ini.
Lebih dalam lagi, keberadaan Pura Luhur Besi Kalung memiliki keterkaitan dengan konsep Jajar Kemiri, sebuah jaringan pura yang diyakini sebagai kekuatan spiritual Pulau Bali.
Bersama Pura Muncak Sari dan Pura Tamba Waras di sisi kanan, serta Pura Petali di sisi kiri, Pura Luhur Besi Kalung menjadi bagian dari sistem yang kuat dan saling terhubung, dengan Pura Luhur Batukaru sebagai pusatnya.
Kisah dan keyakinan yang melingkupi Pura Luhur Besi Kalung ini tentu mengundang rasa penasaran. ***