Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hari Bumi, Implementasi Ajaran Tri Hita Karana

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 29 April 2025 | 13:35 WIB

SEMBAHYANG : Umat Hindu tengah usai melaksanakan persembahyangan.
SEMBAHYANG : Umat Hindu tengah usai melaksanakan persembahyangan.

BALIEXPRESS.ID - Salah satu kemenangan sederhana ialah memenangkan kebaikan dalam diri. Seperti rela hati, ikhlas atau lascarya menggerakkan diri membuang bekas bunga atau sekar (yang telah dipakai menghaturkan bhakti di Pura) ke tempat sampah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Penyuluh Agama Hindu Wirdiata. Dia menjelaskan dalam menempatkan dupa yang telah usai dipakai di tempat dupa yang telah disediakan atau ditempatkan di pasepan tempat mesagahan.

Baca Juga: Ramalan Kepribadian dan Daftar Jodoh Ideal Kelahiran 29 April 2008: Berpotensi Mendapatkan Pasangan yang Baik, Kaya, dan Berumur Panjang

“Tujuannya agar dupa menyala (Agni) yang telah digunakan untuk ngaturang bhakti ditaruh di tempat yang tidak diinjak-injak, termasuk agar jangan mengenai kamen pemedek yang berjalan,” paparnya.

Terlebih jika ada sampah plastik, mari kita tempatkan di tempat sampah yang telah disediakan. Sebab, secara tidak langsung kita membantu pengurus pura menjadikan lingkungan pura menjadi lingkungan yang nyaman.

Baca Juga: AIR 2025, Gubernur Koster Lepas Ribuan Pelari, Hadir JAM Intel, JAM Datun dan Kajati se – Indonesia

Seperti 22 April 2025 diperingati sebagai Hari Bumi. Spirit pelestarian Ibu Pertiwi, sejalan dengan spirit Tri Hita Karana. Implementasi dari Green Dharma.

“Memenangkan diri untuk rela hati membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan Pura, juga merupakan langkah konkrit memenangkan lingkungan pura dari sampah yang berserakan,” tegas Wirdiata.

Ditambahkannya bahwa kita datang ke pura, kondisi pura masih bersih, jangan kita mengotori dengan meninggalkan sampah yang berserakan. *

Editor : Putu Agus Adegrantika