Ida Bagus dan Dayu, Lembu Putih Taro: Bukan Sekadar Sapi Biasa! Ada Nama dan Kisah Magis di Baliknya
I Putu Suyatra• Selasa, 29 April 2025 | 13:36 WIB
Lembu Putih, Taro
BALIEXPRESS.ID - Di tengah hamparan sawah hijau Desa Pakraman Taro Kaja, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, tersembunyi sebuah keunikan yang tak banyak diketahui.
Bukan sekadar tempat suci Hindu Bali yang menghiasi desa ini, melainkan keberadaan Lembu Putih Taro, sapi-sapi suci yang memiliki nama layaknya anggota keluarga!
Ya, Anda tidak salah dengar. Sapi-sapi berwarna putih bersih ini bukan hanya dilestarikan dan disucikan oleh masyarakat setempat, tetapi juga memiliki panggilan kesayangan.
Yang betina anggun disapa Dayu, sementara yang jantan gagah dipanggil Ida Bagus. Sebuah tradisi unik yang semakin menambah daya tarik desa yang kaya akan budaya ini.
Konon, keberadaan Lembu Putih ini erat kaitannya dengan Pura Agung Gunung Raung.
Masyarakat setempat percaya bahwa sapi-sapi istimewa ini adalah duwe (milik secara gaib) dari dewa yang bersemayam di pura tersebut.
Tak heran, Lembu Putih Taro hanya digunakan dalam upacara-upacara besar dan sakral, seperti Karya Eka Dasa Ludra di Pura Besakih dan Panca Wali Krama di Pura Agung Gunung Raung.
Dulu, puluhan ekor Lembu Putih ini hidup bebas di hutan belantara.
Namun, perubahan zaman membawa mereka ke kandang seluas 2 hektare sejak akhir 1960-an.
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan, salah satunya karena adanya program pemerintah dan juga untuk menghindari gangguan pada desa tetangga.
Sebagai gantinya, masyarakat Taro Kaja memiliki tanggung jawab mulia untuk merawat dan menjaga keberlangsungan hidup mereka.
Kini, Yayasan Lembu Putih Taro secara khusus mengelola puluhan ekor sapi suci ini.
Sebuah fakta mencengangkan terungkap: untuk memberi makan puluhan Lembu Putih ini, pengelola harus menyediakan 1,4 ton rumput gajah setiap harinya!
Delapan petani lokal secara bergilir memasok kebutuhan pakan ini, menunjukkan betapa besar perhatian dan dedikasi masyarakat terhadap hewan suci ini.
Selain rumput gajah, sesekali Dayu, Ida Bagus, dan rekan-rekannya juga menikmati pelepah kelapa dan batang pisang, serta dimandikan secara rutin tiga hari sekali.
Semua ini demi menjaga kesehatan dan kesucian mereka.
Keberadaan Lembu Putih Taro bukan hanya menjadi bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata unik di Bali.
Bayangkan saja, menyaksikan langsung sapi-sapi suci yang memiliki nama dan kisah magis di baliknya. Sebuah pengalaman yang pastinya akan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung. ***