Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Air Suci Pura Beji Golok dari Goa Misterius: 6 Pancoran Ajaib untuk Mandikan Bayi dan Sumber Kesehatan Warga di Tabanan!

I Putu Suyatra • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:44 WIB

Pura Beji Golok di Kabupaten Tabanan
Pura Beji Golok di Kabupaten Tabanan

BALIEXPRESS.ID - Tersembunyi di dekat aliran Sungai Yeh Sungi, Pura Beji Golok di Kabupaten Tabanan menyimpan daya tarik wisata sekaligus misteri yang mengundang rasa ingin tahu.

Bukan golok tajam yang menjadi daya pikatnya, melainkan enam pancoran air suci yang dipercaya memiliki keajaiban tersendiri, terutama untuk memandikan bayi.

Apa sebenarnya keistimewaan air dari beji (sumber air suci) ini?

Baca Juga: Jasad Siswa SMK di Sungai Brantas: Luka Lebam dan Teman Sekolah Jadi Sorotan!

Untuk mencapai Pura Beji Golok, sebuah perjuangan kecil namun setimpal menanti.

Setelah menempuh perjalanan kaki sekitar 500 meter dari jalan desa, pengunjung harus menuruni puluhan anak tangga di sisi tebing yang curam.

Jalan setapak yang kini sudah tertata rapi (baru dibangun tahun 2019) dulunya hanyalah jalan tanah.

Sesampainya di lokasi, mata akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang asri.

Baca Juga: Kisah Vonis MAUT Serial Killer, Jagal Wonogiri: Misteri 4 Nyawa Melayang Terkuak di Persidangan!

Air terjun kecil mengalir di antara celah dua tebing, membagi air untuk irigasi sawah sebelum menuju Sungai Yeh Sungi.

Dahulu, sumber mata air berada tepat di bawah air terjun, namun sekitar 10 tahun lalu tertutup longsoran batu tebing.

Jro Mangku I Ketut Mendra mengungkapkan, piodalan (hari jadi) Pura Beji Golok jatuh pada Soma Kliwon Krulut.

Sejak awal berdirinya, pura ini telah menjadi patirtan (tempat mengambil air suci).

"Orang tua saya pun kurang tahu mengenai keberadaan pura ini bagaimana awalnya dibangun," tuturnya.

Gua Misterius Sumber Kehidupan: Air Mengalir Tanpa Henti

Sumber mata air Pura Beji Golok berasal dari sebuah gua yang cukup luas, mengalirkan air layaknya sungai menuju beji.

"Saya tidak berani masuk ke gua lagi, karena rapuhnya dinding gua," aku Jro Mangku Mendra.

Pura yang terletak di Banjar Kelakahan, Desa Buwit, Kediri, Tabanan ini tak hanya menjadi patirtan bagi Ida Batara (manifestasi Tuhan) saat piodalan, tetapi juga menjadi tempat malukat (ritual pembersihan diri).

Baca Juga: Cerita di Balik Tempat Suci Hindu Bali, Napas Magis Seni di Pura Gede Dalem Intaran: Dari Pohon Ajaib Hingga Penampakan Rencang Cilik!

"Yang malukat ke pura ini banyak yang datang dari luar desa," ujarnya.

Biasanya, para pemedek datang setelah mendapat petunjuk dari balian (orang pintar) dan membawa banten pajati (persembahan).

Mereka akan mandi terlebih dahulu di dua pancoran di bagian bawah pura sebelum didoakan dan dimandikan dengan air dari beji di area utama pura.

Menurut Jro Mangku Mendra, kebanyakan pemedek yang datang untuk malukat mengaku memiliki beban pikiran, keresahan, dan kekhawatiran yang menghantui.

"Iya biasanya mereka bilang ada pikobet (keluhan) dalam diri, dan meminta dilukat," paparnya.

Baca Juga: Fakta Baru Penganiayaan Siswi SMP di Denpasar Terungkap!

Keajaiban Air Beji: Sumber Minuman Sehat dan "Jimat" Bayi Sehat!

Air dari pura yang diempon oleh warga Banjar Adat Kelakahan Kaja ini ternyata juga menjadi sumber air minum utama bagi warga sekitar! Jro Mangku Mendra menjelaskan bahwa warga lebih memilih air beji untuk minum, bahkan tanpa dimasak.

"Kalau air PAM kami gunakan untuk mandi dan mencuci, sedangkan untuk minum kami selalu mencari di sini," terangnya.

Kesaksian serupa datang dari I Wayan Tangre (70 tahun), seorang warga yang rutin mengambil air beji.

"Saya ambil air untuk minum karena airnya beda dan tidak membuat sakit perut. Khasiatnya bagus sekali untuk memandikan bayi. Saya tiap pagi mencari untuk memandikan cucu saya," ujarnya.

Ia menambahkan, sejak menggunakan air dari Pura Beji Golok, cucunya tidak pernah sakit. Kepercayaan akan khasiat air pancoran beji untuk kesehatan bayi telah menjadi tradisi turun temurun di kalangan warga.

Pantangan dan Keanehan Sumur Bor di Dekat Mata Air

Seperti pura beji pada umumnya, perempuan yang sedang datang bulan dan keluarga yang sedang berduka tidak diperkenankan malukat atau memasuki area pura.

Namun, Jro Mangku Mendra memberikan sedikit kelonggaran untuk area pancoran di luar pura.

Baca Juga: Kontroversi VAR Hantui Kekalahan Telak Bali United di Markas Persija!

Sebuah kejadian aneh pernah terjadi ketika warga mencoba membuat sumur bor di dekat Pura Beji, dengan harapan lebih mudah mendapatkan air. Namun, hasilnya justru sebaliknya.

"Airnya setelah dipompa malah airnya seret. Aneh sekali, padahal dekat mata air. Akhirnya kami tetap mencari air ke bawah, dekat ke Pura Beji. Saya tidak bisa menjelaskan keanehan tersebut," ungkapnya.

Misteri air suci Pura Beji Golok terus mengalir, membawa berkah kesehatan dan menyimpan cerita unik yang patut untuk diselami.

Tertarik untuk merasakan kesegaran dan keajaiban air dari enam pancoran ajaib ini? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kabupaten tabanan #bayi #malukat #Pura Beji Golok