Misteri Beringin Berlubang di Bali: Calon Pengantin Hingga Pembawa Jimat Dilarang Melintas! Apa Akibatnya?
I Putu Suyatra• Minggu, 11 Mei 2025 | 22:15 WIB
Pohon beringin berlubang di Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali
BALIEXPRESS.ID - Jika mendengar Bunut Bolong di Kabupaten Jembrana, Bali, mungkin sudah tak asing lagi dengan pohon beringin raksasa yang berlubang di tengahnya dan bisa dilalui kendaraan.
Namun, tahukah Anda? Di Kabupaten Tabanan, tepatnya di Desa Buwit, Kecamatan Kediri, juga terdapat pohon beringin serupa yang menyimpan segudang misteri dan pantangan yang tak boleh dilanggar!
Di Banjar Dinas Kelakahan, berdiri kokoh Pura Batan Bingin.
Sesuai namanya, pura ini memiliki pohon beringin besar yang unik karena membentuk lubang alami, menciptakan celah jalan bagi warga untuk melintas.
Sekilas, pemandangan ini memang mengingatkan pada ikon Jembrana, Bunut Bolong.
Namun, ada cerita menarik di balik beringin berlubang ini. Jro Mangku I Nengah Lalah, pemangku Pura Batan Bingin, mengungkapkan bahwa dulunya ada dua pohon beringin.
Satu berada di luar pura, membentuk lubang jalan, dan satunya lagi di dalam pura. Namun, beringin di dalam pura ditebang karena pertumbuhannya yang terlalu besar.
"Rupanya yang malinggih (bersemayam) itu adalah anak dari yang berstana di beringin yang lagi satu. Ketika kami meminta petunjuk niskala (spiritual), yang berstana di pohon tersebut memohon dipindahkan melalui upakara (upacara) ke pohon beringin yang ada di jalan di luar pura," tuturnya, mengawali kisah misteri pohon keramat ini.
Kepercayaan turun-temurun menyebutkan bahwa beringin berlubang ini pantang dilintasi oleh orang-orang tertentu.
Siapa saja mereka? Mulai dari calon pengantin, mayat dan keluarga yang berduka, hingga balian (dukun tradisional) serta orang yang membawa jimat! Mengapa pantangan ini begitu kuat diyakini hingga kini?
Uniknya, lubang di tengah pohon beringin ini bukanlah hasil gabungan dua pohon. Bagian pohon di selatan dan utara menyatu di ketinggian sekitar 10 meter, membentuk lorong yang cukup lebar hingga bisa dilalui mobil.
"Dahulu hanya itu akses jalan satu-satunya warga ketika melintas. Namun, dengan adanya sejumlah pantangan itu, akhirnya dibuat jalan baru di sebelah utara," jelas Jro Mangku I Nengah Lalah.
Lantas, apa akibatnya jika pantangan ini dilanggar? Kisah mengejutkan datang dari I Nengah Warta (52), anak Jro Mangku.
Ia menceritakan pengalaman pilu sepasang pengantin yang nekat melintas di bawah pohon beringin.
"Mempelai perempuan yang berasal dari desa saya yang pingsan ketika sampai di rumah," ungkapnya.
Konon, melintasi pohon ini sebelum resmi menikah dipercaya dapat membuat pernikahan tidak harmonis.
Bahkan, saat prosesi pernikahan, warga setempat akan berjaga di dekat pohon untuk mencegah rombongan pengantin yang tidak tahu melintasinya.
Tak hanya calon pengantin, warga yang sedang dalam proses penguburan (layat) maupun upacara kremasi (ngaben) juga pantang melewati jalan di bawah beringin ini.
Alasan pasti di balik pantangan ini memang tidak diketahui, namun warga tetap mematuhinya hingga kini.
Lebih mencengangkan lagi, para balian (dukun) pun memiliki pengalaman mistis dengan pohon ini.
Jro Mangku I Nengah Lalah menuturkan pengalamannya mengantar seorang balian yang tiba-tiba merasa ketakutan dan memilih jalan lain.
"Saat saya mengantar seorang balian, dia mengaku kesaktiannya bisa hilang bila melewati jalan lubang pohon beringin," paparnya.
Hal serupa juga dialami oleh orang-orang yang membawa jimat.
"Orang yang bawa jimat kekebalan atau jimat apapun melihat pohon ini langsung merasa takut. Kata mereka kekuatan jimatnya bisa hilang. Bahkan, dari masuk ke jalan ini, baru lihat pohon beringin mereka langsung putar haluan," timpal I Nengah Warta.
Fenomena-fenomena aneh ini membuat warga sekitar dengan mudah mengenali orang yang memiliki "kemampuan khusus" atau membawa jimat.
Ternyata, aura mistis beringin berlubang di Pura Batan Bingin ini juga menarik perhatian wisatawan, terutama mereka yang mendalami spiritualitas.
"Tidak jarang turis datang jauh-jauh ke sini hanya karena ingin melihat dan merasakan aura pohon beringin ini," pungkas I Nengah Warta. ***