Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Unik Tempat Suci Hindu Bali, Pura Batan Bingin: Bukan Hanya Beringin Mistis, Tapi Juga Tempat Ngelaris Dagangan dan Raih Restu Pekerjaan Impian!

I Putu Suyatra • Minggu, 11 Mei 2025 | 23:32 WIB

Pura Batan Bingin di Tabanan, Bali.
Pura Batan Bingin di Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Jika pohon beringin berlubang di Pura Batan Bingin menyimpan segudang pantangan yang bikin penasaran, maka sisi lain tempat suci Hindu Bali, ini justru menawarkan harapan dan berkah bagi para pemedek (umat Hindu yang bersembahyang).

Suasana tenang dan area pura yang luas menjadi tempat khusyuk untuk memanjatkan doa, memohon kelancaran rezeki hingga restu untuk meraih pekerjaan impian.

Di area jaba tengah (halaman tengah pura), berjejer beberapa palinggih (bangunan suci), di antaranya Palinggih Pasimpangan Melanting, Pasimpangan Ratu Gede Anom, Pasimpangan Beji Golok, dan Gusti Nyoman Belolotan.

Baca Juga: Siapa Putri Karlina Sebenarnya? Wakil Bupati Garut yang Viral setelah Dilamar Putra Gubernur Jabar Usai Laga Persib!

Namun, ada dua palinggih yang paling sering menjadi tujuan utama para pemedek: Pasimpangan Melanting dan Gusti Nyoman Belolotan.

Jro Mangku I Nengah Lalah, pemangku Pura Batan Bingin, mengungkapkan bahwa Palinggih Pasimpangan Melanting menjadi 'magnet' bagi para pedagang.

Dengan membawa pajati (persembahan) dan canang sari (sesajian harian), mereka datang untuk memohon keberkahan agar dagangan mereka laris manis.

Jro Mangku akan memimpin doa dan memercikkan tirta (air suci) ke dagangan serta tempat berjualan.

"Masalah laris atau tidak, kami tidak tahu hasilnya. Namun yang jelas tiap bulan, setiap Buda Cemeng sering ada yang datang lagi, bahkan nunas (memohon) canang di Palinggih Pasimpangan melanting untuk ditaruh di pelangkiran dagangnya," kata Ni Nyoman Sinta, menantu Jro Mangku sekaligus juru banten (pembuat sesajen) di Pura Batan Bingin.

Baca Juga: Amor ing Acintya! Lansia Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Kota Bangli, Tabrakan Motor dan Mobil

Ini menunjukkan betapa kuatnya kepercayaan para pedagang terhadap berkah dari palinggih ini.

Lalu, bagaimana dengan Palinggih Gusti Nyoman Belolotan? Palinggih unik setinggi setengah meter yang berdiri terpisah ini dipercaya sebagai penjaga area pura.

Namun, ada fungsi lain yang membuatnya istimewa dan banyak didatangi pemedek.

Sekitar 30 tahun lalu, kepercayaan mulai tumbuh bahwa palinggih kecil ini mampu memberikan restu agar seseorang dipermudah dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Jro Mangku I Nengah Lalah menceritakan, "Salah satu pekerjaan yang sering pamedek mohon dilancarkan agar direstui oleh beliau menjadi polisi ataupun tentara. Ketika berhasil, pamedek tersebut membayar kaul karena doanya terkabul. Semenjak itu orang akhirnya tahu, jadi makin banyak pamedek kalau mau jadi polisi atau tentara meminta restu di pura sini."

Tak hanya untuk menjadi anggota kepolisian atau TNI, para pencari pekerjaan di berbagai bidang, baik pemerintahan maupun swasta, juga sering datang berdoa di palinggih ini.

"Pokoknya istimewa palinggih ini, bahkan dahulu sempat ingin dipindah, tapi diurungkan, padahal palinggihnya kecil," ungkap Jro Mangku, seolah ada kekuatan tak terlihat yang melindungi palinggih mungil ini.

Melangkah ke utamaning mandala (halaman utama pura) yang diempon oleh 80 Kepala Keluarga, terdapat palinggih lainnya seperti Pasimpangan Ratu Biyang, Palinggih Ratu Ayu, Palinggih Ratu Gede Putus, dan Palinggih Ratu Ngurah.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Siswi SMA Putuskan Pacar Saat Ikuti Pendidikan Militer di Rindam Siliwangi, Dedi Mulyadi Turun Tangan!

Pura Batan Bingin memiliki piodalan (hari raya pura) setiap enam bulan sekali dan juga odalan bulanan setiap Buda Cemeng (Rabu Kliwon).

Menariknya, Palinggih Ratu Ayu dipercaya sebagai tempat mencari taksu (aura magis) seni.

Pemedek yang ingin memiliki aura seni yang kuat akan membawa banten pajati saat nunas taksu (memohon taksu). Namun, ada satu ritual penting yang tak boleh dilewatkan.

Jro Mangku I Nengah Lalah menegaskan bahwa sebelum nunas taksu di Palinggih Ratu Ayu, pemedek wajib terlebih dahulu bersembahyang di Palinggih Gusti Nyoman Belolotan.

"Palinggih Gusti Nyoman Belolotan melambangkan penjaga pura, dan harus memberi izin jika mau sembahyang di Pura Batan Bingin. Makanya, selalu saya ajak dulu sembahyang di sana, baru kemudian nunas taksu," terangnya.

Konon, seseorang yang nunas taksu di Palinggih Ratu Ayu akan merasakan peningkatan kepercayaan diri secara instan.

"Salah satu dalang yang kini terkenal di Bali pernah ke sini, datang untuk nunas taksu di Palinggih Ratu Ayu. Pokoknya taksu seni, mulai dari menari, masolah, magambel hingga dalang bisa di Palinggih Ratu Ayu ini," ungkap I Nengah Warta mencontohkan. 

Baca Juga: Tak Boleh Sembarangan! Ini Pantangan saat Nyepi Uma di Desa Adat Bungkulan, Sawan

Lebih lanjut, Pura Batan Bingin ternyata menyimpan sebuah pretima (arca sakral) berupa macan yang demi keamanan disimpan di gedong suci (bangunan suci) rumah Jro Mangku I Nengah Lalah.

Keberadaan pretima ini semakin menambah aura mistis dan kekuatan spiritual pura ini.

Jadi, Pura Batan Bingin bukan hanya tentang pohon beringin berlubang dengan segala pantangannya, tetapi juga merupakan sumber berkah dan harapan bagi banyak orang.

Dari pedagang yang ingin melariskan dagangan hingga pencari kerja yang mendambakan restu, pura ini menyimpan rahasia spiritual yang menarik untuk diungkap. ***

Baca Juga: Misteri Beringin Berlubang di Bali: Calon Pengantin Hingga Pembawa Jimat Dilarang Melintas! Apa Akibatnya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pedagang #hindu bali #Pura Batan Bingin #rezeki #tabanan