Terkuak! Patung-Patung Misterius di Puri Kaba Kaba: Ada Dewa Pemberi Kesuburan hingga Penjaga Gaib!
I Putu Suyatra• Kamis, 29 Mei 2025 | 15:12 WIB
Patung Megelut di Puri Kaba Kaba Diyakini Bisa Beri Kesuburan Pasutri
BALIEXPRESS.ID – Tersembunyi di balik kemegahan Hindu Bali yang kaya budaya, Puri Kaba Kaba di Kediri, Kabupaten Tabanan, menyimpan lebih dari sekadar sejarah.
Didirikan pada tahun 1343 Masehi, puri ini dihuni oleh beragam patung kuno yang masing-masing memiliki cerita dan tujuan magis tersendiri.
Dari patung penjaga neraka hingga dewa yang dipercaya memberikan kesuburan, aura misteri menyelimuti setiap sudut puri.
Anak Agung Ngurah Gede Surya Buana, salah satu Panglingsir Puri Gede Saren Mayasan Kaba Kaba, membimbing kami menelusuri jejak spiritual patung-patung yang diyakini sebagai perwujudan roh penjaga puri.
Pertama, kami diperkenalkan pada Patung Yamaraja, berbentuk singa yang diperkirakan dibuat sebelum abad ke-15.
Patung ini diyakini sebagai perwujudan roh singa yang turut menjadi persembahan saat pembangunan puri.
Yamaraja bukan sekadar patung biasa; ia adalah pusat kekuatan magis yang secara niskala (non-fisik) menjaga seluruh keamanan Desa Kaba Kaba.
Keunikan patung ini terletak pada ukiran Bali kuna di dadanya, sembilan kotak bertuliskan "Ni, Rama, Ja, Yoda, Ya, Meso, Ca, Ksaja, dan Sa," yang bermakna menghidupkan kekuatan magis.
Patung Dewa Magelut: Harapan bagi Pasutri yang Mendamba Keturunan
Tak jauh dari patung raja, sekitar 20 meter ke arah timur, terdapat sebuah palinggih gedong kecil dengan patung yang sangat menarik perhatian: Patung Dewa Magelut. Patung yang menggambarkan adegan bersenggama ini juga dibuat sebelum abad ke-15 dan dipercaya memiliki anugerah kesuburan bagi pasangan suami istri yang belum dikaruniai keturunan.
Sebuah harapan yang terukir dalam batu bagi mereka yang menanti buah hati.
Perjalanan berlanjut ke selatan puri, di mana Anak Agung Ngurah Gede Surya Buana menunjukkan patung orang Tionghoa.
Konon, patung ini adalah perwujudan seorang Tionghoa yang secara sukarela menjadi kurban dalam pembangunan Puri Kaba Kaba, dengan keinginan untuk tinggal hidup dan mati di sana.
Dewi Kali Kemaya & Penjaga Pintu Puri: Melindungi dari Niat Jahat
Patung lain yang tak kalah memikat adalah Patung Dewi Kali Kemaya. Patung telanjang ini berdiri di depan Puri Kaba Kaba, diyakini ditinggali oleh roh yang dikorbankan untuk menjaga puri dari orang-orang beritikad buruk.
"Jika punya niat tidak baik, langsung hilang niatnya saat hendak masuk ke puri," jelas Anak Agung Ngurah Gede Surya Buana. Dahulu, patung ini berada di tepi jalan, namun dipindahkan saat zaman Belanda membangun jalan baru di Kaba Kaba.
"Terakhir ada patung di pintu masuk Puri. Ini juga sebagai penjaga, di mana orang sering melihat matanya menyala," imbuhnya, menambahkan lapisan misteri pada penjaga terakhir puri ini.
Tradisi Abadi di Tengah Modernitas
Meski ajaran Durga Bhairawi telah berganti dengan Siwa Sidanta, kepercayaan masyarakat Kaba Kaba dan desa sekitarnya akan larangan pengantin dan jenazah melewati depan puri tetap kuat.
Bahkan di era modern ini, warga masih menghormati tradisi tersebut, tidak hanya karena rasa takut akan risiko, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan.
Setiap 10 tahun sekali, Puri Kaba Kaba melaksanakan upacara Taur atau Caru setingkat Balik Sumpah di Patung Yamaraja.
Upacara ini bertujuan menyucikan roh-roh yang menjadi kurban saat pembangunan puri sekitar 700 tahun silam, menjaga keseimbangan spiritual dan menghormati warisan leluhur. ***