Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Krama Julah Pantang Ngadol Karang

I Putu Mardika • Rabu, 22 Oktober 2025 | 00:23 WIB

Kelian Adat Julah Ketut Sidemen.  Dok Bali Express
Kelian Adat Julah Ketut Sidemen. Dok Bali Express
Tokoh BALIEXPRESS.ID-Ada cara unik bagi Desa Adat Julah, Kecamatan Tejakula dalam mempertahankan pola pemukimannya sehinga tidak pindah tangan kepada warga luar Julah. Ini diatur dalam awig-awig desa Julah, Sarga XI Pawos 27.

Tokoh Adat Julah, Ketut Sidemen mengatakan pemertahanan tanah ayahan desa di Julah dilakukan melalui awig-awig. Masyarakat Julah pun sampai saat ini sangat taat terhadap awig-awig yang berlaku sejak dahulu.

Sebut saja dalam awig-awig Desa Julah sarga XI pawos 27 yang mengatur tentang palemahan palet 1c disebutkan bahwa “krama julah tan dados ngadol karang”. Yang artinya masyarakat Julah tidak diperbolehkan menjual tempat tinggalnya.

Palet 6 juga menyebutkan bahwa “yen prade wenten warga desa jagi mecikang tembok rauh ke dasar utawi ngwangun ring pekarangan mangda mesadok ring kelihan banjar miwah penyarikan sane patut ngawi wenangang, mangda kaajegin rikala nyikut pengeruakan dasar”.

“Apabila salah satu anggota masyarakat Julah ingin memperbaiki tembok pagar atau membangun di dalam pekarangan rumah, maka yang bersangkutan diharuskan untuk melapor ke pemimpin banjar atau sekretaris banjar yang berwenang dan dalam proses pembangunan, terutama pada saat pengukuran dan tahap awal pembangunan harus disaksikan oleh pemimpin banjar,” jelasnya.

Jadi segala bentuk perubahan bangunan yang ada dalam sebuah pekarangan rumah tinggal masyarakat Julah, harus disetujui oleh pemuka adat dan pemimpin banjar.

Apabila hal ini dilanggar, maka anggota masyarakat yang bersangkutan akan dikenakan denda sesuai dengan aturan yang ada dalam awigawig Desa Julah.

Aturan ini lah yang menjadikan susunan ruang di dalam unit hunian masyarakat Julah masih lestari sampai saat ini.

Dalam sistem sosial kemasyarakatan di Desa Julah, dikenal istilah krama tegak (masyarakat inti) dan krama sampingan.

Krama tegak merupakan komunitas utama dalam masyarakat. Keanggotaan krama tegak diatur dalam awig-awig Desa Julah sarga V indik pakraman pawos 9 palet 3a yang menyebutkan bahwa:

“krama desa sane sampun meduwe linggih ring bale dana, manut adat ring pura bale aguung, sinanggeh krama desa tegak”.

Dalam palet 3c juga disebutkan:

“krama desa tegak saee sampun baki manut adat (usan makrama tegak), during maduwe pangentos, sinanggeh krama sampingan”.

“Dalam sarga V pawos 10 disebutkan syarat-syarat menjadi krama tegak diantaranya, sudah menikah, memang keturunan krama tegak dari leluhur, dan masyarakat keturunan krama tegak yang sudah berusia 17 tahun,” singkatnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#krama #tanah ayahan desa #tejakula #desa adat julah #awig awig