Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penyuluh Agama Kemenag Klungkung Tanamkan Kesehatan Mental Berbasis Ajaran Hindu kepada Siswa SMP

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:19 WIB

PENYULUHAN : Penyuluhan keagamaan di di SMPN 4 Banjarangkan.
PENYULUHAN : Penyuluhan keagamaan di di SMPN 4 Banjarangkan.

BALIEXPRESS. ID– Penguatan karakter dan kesehatan mental pelajar terus menjadi perhatian Kementerian Agama Kabupaten Klungkung. Melalui program Kampanye Agama Ramah Masyarakat (KARMA), Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Ni Luh Sri Kusuma Dewi, bersama timnya memberikan pembinaan kepada siswa SMP Negeri 4 Banjarangkan dengan menanamkan konsep self love berbasis ajaran Hindu, sebagai fondasi pembentukan kepribadian yang sehat dan beretika.


Dalam kegiatan tersebut, Sri Kusuma mengajak para siswa memahami makna mencintai dan menghargai diri sendiri sebagai bagian dari rasa syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. "Konsep self love melalui nilai luhur Hindu seperti Tat Twam Asi, yang menanamkan kesadaran bahwa diri sendiri dan orang lain pada hakikatnya satu, sehingga penghormatan terhadap diri akan melahirkan sikap empati dan toleransi terhadap sesama," paparnya.

Baca Juga: Mantan Bendesa Adat Serangan Bantah Tuduhan Penggelapan, Sebut Laporan di Polda Bali Mengada-ada


Ia menegaskan bahwa mencintai diri sendiri bukanlah sikap egois, melainkan bentuk kesadaran spiritual dan mental yang mampu mencegah perilaku negatif serta memperkuat kepercayaan diri pelajar. Dengan mengenal dan menerima diri secara positif, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan remaja dengan sikap bijak dan bertanggung jawab.


Lebih lanjut, Sri dan timnya juga menekankan pentingnya penerapan Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik dalam kehidupan sehari-hari. "Nilai tersebut sangat relevan untuk membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia, berdisiplin, serta mampu membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat, " tegasnya.


Kegiatan KARMA ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dialog interaktif dan pendampingan. Para siswa diberikan ruang untuk mengungkapkan perasaan serta berbagai persoalan yang dihadapi, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dalam sesi tersebut, penyuluh hadir sebagai pendamping yang memberikan motivasi dan solusi secara persuasif dan humanis.


Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Klungkung berharap para siswa mampu menumbuhkan kesadaran diri yang positif, membangun kesehatan mental yang baik, serta mengamalkan ajaran Hindu sebagai pedoman hidup yang menjunjung nilai toleransi, kemanusiaan, dan keharmonisan sejak usia dini.*

Editor : Putu Agus Adegrantika