BALIEXPRESS.ID - Krama Desa Adat Sebali, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, menggelar upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian penyucian menjelang hari suci Nyepi Tahun Baru Saka1948. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat dengan iring-iringan pralingga dan sesuhunan dari berbagai pura yang ada di wilayah desa adat tersebut menuju Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Senin (16/3).
Bandesa Desa Adat Sebali, I Ketut Mulia, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Melasti kali ini turut nedunang empat sesuhunan Barong serta sejumlah tapakan suci yang berasal dari sembilan pura yang diempon oleh Desa Adat Sebali. "Seluruh pratima dan simbol-simbol suci tersebut diiring oleh krama menuju segara untuk disucikan sesuai dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, " jelasnya.
Baca Juga: Gelar Upacara Melasti, Ribuan Umat Hindu Padati Pantai Padanggalak: Sampah Tanggung jawab Desa Adat
Menurutnya, prosesi Melasti yang dilaksanakan ke Pantai Masceti ini tidak digelar setiap tahun. Krama Desa Adat Sebali sepakat menggelarnya setiap lima tahun sekali, mengingat pelaksanaannya membutuhkan persiapan yang cukup besar serta melibatkan seluruh krama desa.
I Ketut Mulia menambahkan bahwa sebelumnya sempat muncul usulan agar Melasti dilakukan setiap tahun. Namun, sebagian besar krama merasa bahwa pelaksanaan tahunan terlalu cepat, sehingga akhirnya disepakati tetap dilaksanakan lima tahun sekali.
Dalam pelaksanaannya, Desa Adat Sebali juga memiliki beberapa sumber mata air suci atau beji yang biasa digunakan untuk kegiatan penyucian. "Biasanya, prosesi Melasti dilakukan secara bergantian di beji-beji tersebut sebelum akhirnya dilaksanakan ke segara, " imbuh Ketut Mulia.
Bandesa Adat Sebali juga menyebutkan bahwa terdapat empat beji yang menjadi tempat pelaksanaan upacara penyucian bagi krama desa. Setelah seluruh beji tersebut digunakan secara bergiliran dalam rangkaian ritual, barulah prosesi Melasti dilaksanakan menuju laut atau segara.
"Upacara Melasti ini juga melibatkan seluruh krama dari tiga banjar yang berada di wilayah Desa Adat Sebali, yakni Banjar Sebali, Banjar Triwangsa, dan Banjar Bangkiang Sidem. Ketiga banjar tersebut turut ambil bagian dalam mempersiapkan hingga mengiringi jalannya prosesi ke tempat penyucian. Sementara pemuput upacara Ida Pedanda Istri Gria Santika Gadungan, Bresela, Payangan, " tegasnya.
Dengan pelaksanaan Melasti ini, masyarakat Desa Adat Sebali berharap seluruh unsur alam dan kehidupan dapat kembali disucikan. Prosesi ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan krama desa dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai spiritual yang diwariskan oleh leluhur. *
Editor : Putu Agus Adegrantika