Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kemenag Gianyar Ngayah Gegineman di Pura Samuan Tiga

Putu Agus Adegrantika • Minggu, 3 Mei 2026 | 14:53 WIB
NGAYAH : Ngayah gegineman di Pura Tegal Penangsaran, Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar.
NGAYAH : Ngayah gegineman di Pura Tegal Penangsaran, Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar.

BALIEXPRESS. ID – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar melaksanakan ngayah gegindeman di Pura Samuan Tiga, yang bertempat di areal Pura Tegal Penangsaran, Sabtu (2/5) malam. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pelayanan umat yang berdampak khususnya melalui media seni.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Disebutkan ngayah gegineman merupakan bentuk pelayanan umat yang berdampak langsung dan mampu memperkuat nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Kementerian Agama tidak hanya hadir dalam aspek administratif, tetapi juga aktif dalam kehidupan spiritual umat. “Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun harmoni dan keseimbangan antara tugas kedinasan dan pengabdian sosial-keagamaan,” jelas Kakanwil Kemenag Bali asli Gianyar tersebut.

Baca Juga: Polemik SE Guru Non-ASN, Pemkab Badung Berpotensi Kekurangan Tenaga Pengajar

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata dari konsep Ekoteologi yang kini mulai digaungkan dalam berbagai program keagamaan. Ekoteologi merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dalam perspektif ekoteologi, manusia tidak hanya memiliki hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap alam sebagai ciptaan-Nya. “Oleh karena itu, praktik keagamaan tidak berhenti pada ritual semata, melainkan juga diwujudkan dalam tindakan nyata menjaga keseimbangan lingkungan dan social,” imbuh Kakanwil yang juga sebagai pemangku di pura tersebut.

Kakanwil menegaskan bahwa kegiatan ngayah gegindeman ini bukan sekadar retorika atau simbolis belaka, melainkan aksi konkret yang mencerminkan nilai-nilai ekoteologi. Melalui keterlibatan langsung di pura, para pegawai turut menjaga kesucian tempat ibadah sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya harmoni dengan alam.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi. Dengan demikian, semangat pelayanan umat berbasis nilai spiritual dan kepedulian lingkungan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Kanwil Kemenag Bali #Kemenag Gianyar