Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siswa Widyalaya Rsi Markandya Taro Digembleng Teori dan Praktek Penguatan Budaya

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:40 WIB
BUDAYA: Kegiatan penguatan budaya Bali dengan membuat tipat dan klakat di Widyalaya Rsi Markandya, Taro.
BUDAYA: Kegiatan penguatan budaya Bali dengan membuat tipat dan klakat di Widyalaya Rsi Markandya, Taro.

BALIEXPRESS. ID- Generasi muda Hindu di Kabupaten Gianyar terus didorong untuk mencintai budaya dan tradisi leluhur melalui kegiatan edukatif yang menyentuh langsung praktik keagamaan. Salah satunya terlihat dalam pelatihan pembuatan sarana upakara tipat dan klakat yang digelar Penyuluh Agama Hindu bersama Penata Layanan Operasional Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar di Widyalaya Rsi Markandya, Taro, Tegallalang, Jumat (8/5).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa SD dan SMP Rsi Markandya dengan penuh antusias. Para peserta tampak serius mengikuti setiap tahapan pembuatan sarana upakara yang menjadi bagian penting dalam tradisi umat Hindu Bali. Dengan pendampingan langsung dari guru dan penyuluh, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan edukatif.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ida Ayu Kade Ratnawati menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan mengajarkan keterampilan membuat sarana upacara, tetapi juga memperkenalkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya kepada para siswa sejak dini.

Baca Juga: Personel Polres Gianyar Diedukasi Cegah Diabetes dan Penyakit Jantung

"Tipat yang dibuat oleh siswa perempuan dan klakat yang dikerjakan siswa laki-laki memiliki fungsi penting dalam berbagai rangkaian upacara keagamaan Hindu. Melalui pemahaman ini, generasi muda diharapkan mampu menjaga kesinambungan tradisi dan tidak tercerabut dari akar budaya Bali, " paparnya.

Ia menambahkan, pembelajaran berbasis praktik seperti ini sangat efektif untuk membangun kedekatan anak-anak terhadap nilai-nilai agama dan budaya. "Selain melatih kreativitas, kegiatan juga menanamkan sikap disiplin, ketelitian, dan rasa gotong royong di kalangan siswa, " imbuh Dayu Ratna.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang digelar Kemenag Gianyar tersebut karena dinilai mampu memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup modern, pelestarian tradisi melalui pendidikan praktis dinilai sangat penting untuk menjaga identitas budaya generasi muda Bali.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Gianyar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai keagamaan Hindu di lingkungan pendidikan. Diharapkan pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Widyalaya #Kemenag Gianyar