Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waspada Pekarangan Ditaburi Tanah Kuburan, Ini Ciri dan Penetralisirnya!

Nyoman Suarna • Selasa, 17 Mei 2022 | 17:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

DENPASAR, BALI EXPRESS - "Pepasangan" adalah bentuk "serangan" negatif secara niskala yang ditujukan kepada penghuni rumah oleh individu yang bermaksud buruk.

Biasanya, "pepasangan" ini dipasang di halaman pekarangan rumah dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, penderitaan, bahkan ancaman terhadap penghuni rumah.

Lalu, bagaimana mengidentifikasi rumah yang terkena "pepasangan" di pekarangan rumah dan bagaimana mengatasinya?

Salah satu media yang sering digunakan untuk memberikan dampak negatif adalah tanah kuburan, bahkan dalam kasus yang lebih ekstrem, tanah kuburan yang dicampur dengan tulang belulang manusia.

Hal ini dapat menyebabkan penderitaan yang tidak wajar bagi penghuni rumah. Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah pekarangan rumah Anda telah ditaburi "pepasangan" dengan tanah kuburan?

Menurut Jro Pandit, seorang penekun spiritual, ada beberapa ciri yang bisa dirasakan penghuni rumah jika pekarangan rumah telah ditaburi dengan tanah kuburan. Pertama, penghuni rumah akan merasa gelisah, khawatir, takut, dan merasa tidak nyaman di rumah sendiri.

"Mereka tidak betah berada di rumah, dan ketika keluar rumah, merasa nyaman. Inilah hal yang tidak wajar," ungkapnya.

Kedua, munculnya pemikiran yang tidak rasional, seperti keinginan untuk mengakhiri hidup. Hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan psikis dan depresi yang muncul tanpa sebab. "

Kemudian muncul rasa emosi tiba-tiba yang tidak bisa dikontrol," paparnya.

Selain itu, penghuni rumah mungkin merasa diawasi pada waktu tertentu, seperti pagi hari, siang hari, atau tengah malam.

Makanan yang disiapkan dalam rumah yang terkena "pepasangan" dengan tanah kuburan bisa cepat menjadi busuk. Penghuni rumah juga bisa mencium bau-bau aneh, seperti bau amis.

"Tidak semua penghuni rumah akan merasakan hal-hal aneh ini, tetapi hanya yang menjadi target yang akan merasakannya," imbuhnya.

Untuk menetralkan energi negatif yang ditimbulkan oleh "pepasangan" dengan tanah kuburan, Jro Pandit memberikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Anda bisa membersihkan pekarangan dengan mencampur air laut dengan garam, lalu menyiramkannya ke seluruh pekarangan rumah.

Selanjutnya, sapulah pekarangan dengan sapu yang sudah pernah digunakan sebelumnya. Terakhir, buatlah nasi wong-wongan hitam yang dicampur dengan tanah yang telah disapu tadi.

Nasi ini bisa dilarung ke laut, dibuang di perempatan, atau bahkan dibakar untuk mengembalikan energi negatif kepada pengirim "pepasangan" tersebut. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan pengaruh negatif dari "pepasangan" dapat diatasi dan dihilangkan.

 
Editor : Nyoman Suarna
#bali #niskala #hindu #tanah kuburan #gaib #Leak #pekarangan