Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu, Ternyata Erat dengan Kisah Raja di India

I Putu Mardika • Jumat, 8 Maret 2024 | 22:10 WIB

 

Tawur merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali.
Tawur merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali.

BALI EXPRESS- Setiap tahun, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Nyepi.

Untuk tahun ini, Nyepi Saka 1946 jatuh pada 11 Maret 2024. Tinggal menghitung hari.

Umat Hindu kembali merayakan Nyepi, pergantian tahun baru saka sebagai hari besar keagamaan.

Perayaan Hari Raya Nyepi ini memiliki sejarah panjang yang erat hubungannya dengan Raja Kaniskha I di India hingga dirayakan sampai saat ini di Indonesia.

Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Nyoman Ariyoga menjelaskan, Hari Raya Nyepi  menurut sejarah sudah dilaksanakan sejak tahun 78 M oleh Raja Kaniskha I di India.

Hari Raya Nyepi di Bali juga sudah dilaksanakan secara turun-temurun sejak berabad-abad yang lalu.

Jika mengacu dari Raja Kaniskha I menyebutkan tujuan dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah mempersatukan keragaman antar-suku beragama di India.

Hal ini sebagai salah upaya Raja Kaniskha I mempersatukan umatnya yaitu dengan memberlakukan kalender Saka sebagai acuan perhitungan setiap ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu.

Namun, umat Hindu seluruh Indonesia, menggunakan kalender Saka Caitradi yang bermakna tahun baru yang jatuh pada Tilem Kesanga/ Ngesanga.

Sedangkan di Bali sampai saat ini masih menggunakan acuan perhitungan kalender Saka Bali sebagai alat perhitungan ketika melaksanakan setiap ritual keagamaan umat Hindu.

Pada tahun 1959 setelah kemerdekaan, tokoh agama Hindu bergegas mengadakan pertemuan yang menyatakan bahwa tahun baru Saka disebut juga Hari Raya Nyepi.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal umat Hindu bangkit.

Pada tahun 1975 disusul dengan seminar keputusan seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu.

Isi dari seminar yaitu Nyepi adalah pergantian tahun baru Saka dan rangkaian Hari Raya Nyepi adalah Ngesange, Melasthi, Amathi Geni/Sipeng, dan Ngembak Geni.

Hal ini merupakan salah satu bukti perjuangan para tokoh umat Hindu dalam mempertahankan kaumnya di Indonesia.

Presiden Soeharto tahun 1983 menyatakan Hari Raya Nyepi resmi sebagai hari libur nasional.

“Untuk menyamaratakan perayaan Hari Raya Nyepi di Indonesia, maka diadakan seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu kedua pada tahun 1988 tentang Hari Raya Nyepi di Indonesia, dan berlaku hingga kini,” katanya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #Catur Brata Penyepian #nyepi #hindu