Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Memahami Kerauhan: Ciri-ciri, Perbedaan dengan Kerangsukan dan Bebai, dan Cara Menguji

Nyoman Suarna • Sabtu, 23 Maret 2024 | 20:04 WIB
Warga mengalami Kerauhan  menusukan keris ke bagian tubuh saat Upacara Nangluk Merana Desa Adat Kuta, Minggu (10/12)
Warga mengalami Kerauhan menusukan keris ke bagian tubuh saat Upacara Nangluk Merana Desa Adat Kuta, Minggu (10/12)

BALI EXPRESS - Kerauhan merupakan tradisi leluhur masyarakat Bali sebagai bukti kemahakuasaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tradisi ini masih dilestarikan hingga saat ini, namun maraknya fenomena kerauhan membuat masyarakat bingung dengan esensi sebenarnya.

Menurut Jro Pandit, seorang praktisi spiritual, penting bagi umat Hindu untuk memahami perbedaan antara kerauhan, kerangsukan, dan bebai.

Kerauhan terjadi di pura, di mana Ida Bhatara turun, sementara kerangsukan terjadi di luar pura dan disebabkan oleh roh halus atau serangan ilmu hitam.

Dijelaskan, orang yang kerauhan biasanya memiliki ciri-ciri tertutupnya mata, tubuh terasa dingin, dan tidak pernah mengaku sebagai dewa.

Untuk menguji apakah seseorang benar-benar kerauhan, Jro Pandit mengatakan bahwa orang tersebut tidak akan merasa panas jika terkena api atau basah jika disiram air, karena sifat atman tidak terpengaruh oleh api atau air.

Lebih detail Jro Pandit, menjelaskan ciri-ciri orang kerauhan, perbedaannya dengan kerangsukan dan bebai, serta cara mengujinya.

Berikut penjelasannya: 

Ciri-ciri Orang Kerauhan:

  • Mata tertutup (merem)
  • Badan terasa dingin
  • Tidak pernah mengaku kerauhan dewa
  • Biasanya yang turun adalah rerancangan Ida Bhatara

Kerangsukan:

  • Terjadi di luar areal pura
  • Disebabkan oleh roh halus, jin, atau bhuta kala
  • Mata terbuka
  • Tingkah laku dan perilakunya tidak menunjukkan sifat dewa

Bebai:

  • Disebabkan oleh serangan ilmu hitam
  • Gejalanya mirip kerauhan

Cara Menguji Orang Kerauhan:

  • Uji Api: Orang yang benar-benar kerauhan tidak akan merasa panas jika menginjak atau terkena api.
  • Uji Air: Orang yang benar-benar kerauhan tidak akan basah ketika disiram air.

Tingkatan Kerauhan:

  • Kesadaran Hilang Total: Orang yang kerauhan tidak akan mengingat apa-apa setelah sadar.
  • Setengah Sadar: Orang yang kerauhan masih mendengar suara, namun tidak dapat mengendalikan ucapan dan gerakan tubuhnya.

Baca Juga: 11 Patirtan Tersembunyi di Danau Batur: Sarana Ritual Hindu, Diyakini Punya Kekuatan Magis

Memahami ciri-ciri kerauhan, perbedaannya dengan kerangsukan dan bebai, serta cara mengujinya dapat membantu masyarakat untuk tidak tertipu oleh oknum yang memanfaatkan tradisi kerauhan. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #tradisi #kerauhan #bebai