SIAPA tak kenal dengan ikan cupang. Ikan mungil satu ini belakangan memiliki banyak penggemar. Terlebih saat pandemi. Ikan kecil beraneka warna ini pun sangat mudah beradaptasi dengan pakan, mulai dari pelet hingga jentik nyamuk.
Menyinggung jentik nyamuk yang menjadi pakan ikan cupang, kini di Denpasar sudah ada yang menjualnya. Jentik ini dijual oleh Damar, salah satu penjual ikan cupang di Pasar Burung Satria, Denpasar. Jentik-jentik ini ia jual seharga Rp 5 ribu per kantong. Ternyata jentik ini sangat diminati oleh penggemar ikan cupang. Dalam sehari Damar mampu menjual 70 sampai 100 kantong jentik nyamuk. Dari penjualan tersebut pun ia meraup keuntungan hingga Rp 500 ribu per hari.
Kepada koran ini Damar menuturkan awal mula ia menjual jentik nyamuk sebagai pakan ikan cupang. Bisnis ini juga merupakan bisnis sampingan, selain menjual ikan cupang. “ Saya mulai menjual jentik, berawal dari bisnis ikan cupang. Karena ikan cupang memakan jentik, saya pun menjual jentik sebagai sampingan. Ternyata jentik yang dijualnya ini ramai dicari penghobi ikan cupang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8) pagi.
Untuk mendapatkan jentik-jentik ini, Damar memiliki satu tim yang khusus ditugaskan memburu jentik, mulai dari selokan hingga ke rumah-rumah warga. “Timbal baliknya ya ngurangin penyakit di rumah orang, di sini jadi uang,” kata Damar tersenyum.
Menurut Damar, ikan cupang yang memakan jentik ini akan memiliki karakter lebih galak. Selain itu, reproduksi untuk ikan betina juga akan lebih bagus. Pakan ini mengandung banyak protein yang baik untuk pertumbuhan ikan cupang. Pertumbuhan yang pesat akan terjadi pada cupang jika secara rutin diberikan pakan jentik nyamuk ini.
Sebenarnya jentik nyamuk sangat mudah ditemukan di air yang menggenang. Jika ingin menghemat biaya pakan untuk ikan cupang, maka jentik nyamuk solusinya. Jentik nyamuk adalah pakan ikan cupang yang paling murah meriah serta mudah dicari. Kebanyakan para penghobi ikan cupang mendapatkannya dengan mencari di saluran air. “Jentik ini sebenarnya gampang nyarinya, cuma mungkin mereka males mencari karena sibuk. Apalagi jentik di selokan itu tidak bisa langsung dikasi ikan, harus dibersihkan dulu,” imbuhnya.
Salah seorang pembeli jentik, Dwika mengatakan, dia kebetulan ikut temannya jalan-jalan melihat ikan cupang dan tertarik membeli jentik untuk ikan piaraannya di rumah. Menurutnya, usaha penjualan jentik ini sangat unik dikarenakan tidak banyak yang menjualnya. Walaupun banyak yang mengatakan jentik ini penyakit, namun tetap harus ada sebagai ekosistem, apalagi ikan cupang sangat menyukai jentik ini. “Ya, memang unik, karena tidak banyak yang menjual jentik ini. Walaupun ada yang mengatakan penyakit, tapi di sini bisa jadi ladang usaha,” katanya.
Meskipun jentik nyamuk baik untuk pertumbuhan ikan cupang serta bagus untuk reproduksi cupang betina, namun menyediakan jentik nyamuk untuk cupang jangan berlebihan. Sebab, apabila jentik-jentik tersebut tidak habis termakan oleh ikan, maka jentik tersebut akan kembali berkembang menjadi nyamuk dan akan menimbulkan masalah baru.
Hal yang perlu diperhatikan, bila ingin memberikan jentik nyamuk untuk ikan cupang. Berikan ikan cupang jentik-jentik yang masih berupa larva atau dengan kata lain jentik yang masih panjang berdiri terbalik di permukaan air. Hindari pemberian jentik yang bengkok bulat dan kepala hitam. Sebab itu merupakan kepompong dan tidak baik untuk cupang karena teksturnya sudah keras. “Ini akan berdampak buruk bagi cupang. Cupang bisa kembung dan mati,” kata dia.
Editor : Chairul Amri Simabur