MANGUPURA, BALI EXPRESS – Photoshoot dan prewedding dengan latar belakang puri atau pemandangan hijau yang luas, mungkin sudah sangat mainstream di Bali. Tapi bagaimana jika latar belakangnya adalah burung besi raksasa alias pesawat terbang?
Baru-baru ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai melalui akun Instagram resminya @baliairport mengunggah postingan yang amat menarik. Dalam unggahannya, tampak pasangan berbusana adat Bali yang melakukan sesi foto prewedding dengan latar belakang pesawat terbang. Captionnya sedikitnya berbunyi bahwa beberapa titik di area bandara saat ini bisa digunakan untuk mengabadikan momen indah dalam photoshoot atau videoshoot.
Saat dikonfirmasi, Minggu (6/6), Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Taufan Yudhistira, membenarkan adanya informasi tersebut. Taufan mengungkapkan, Bali Airport photoshoot dan prewedding mulai berlaku pada Juni 2021.
“Benar (ada informasi tersebut, Red), jadi dimulainya sudah awal Juni sejak informasi diposting di instagram. Jadi per Juni sudah dimulai,” kata dia.
Menurutnya, penawaran paket photoshoot dan prewedding ini untuk peningkatan pendapatan bandara. Mengingat, situasi ekonomi menjadi sulit di tengah mewabahnya pandemi Covid-19. “Jadi ide-ide, kreativitas dan inovasi teman-teman dan untuk peningkatan pendapatan ya akhirnya dicoba diusulkan photoshoot atau video shoot di sejumlah titik di bandara. (Paket ini, Red) berlaku untuk umum, tapi tentu saja berbayar,” ungkapnya.
Untuk bisa melakukan sesi photoshoot atau videoshoot, bagi yang berminat bisa menyiapkan Rp 5 juta per 4 jam. Yang mana, 1 jam selanjutnya akan dikenakan tambahan Rp 1 juta. “Bebas untuk apa saja, video klip, prewedding, apa pun. Nah, kebetulan promosinya untuk prewedding, tapi tidak hanya untuk prewedding. Jadi apa pun bisa,” jelasnya.
Taufan menambahkan, nantinya dari sisi bandara hanya menyediakan spot foto dan ruang ganti. Pemesan, misalnya couple untuk prewedding, bisa langsung membawa make up artist dan tim fotografer.
“Jadi mereka membawa keperluan dan lain sebagainya, kami hanya menyediakan spot foto. Untuk spotnya, sebenarnya semua spot bisa, yang pasti tidak mengganggu operasional, tidak mengganggu keselamatan penerbangan, dan tidak mengganggu keamanan bandara. Rekomendasi yang pasti di Candi Bentar atau daerah-daerah yang memang bisa latar belakangnya air side atau pesawat lagi parkir,” tuturnya.
Tentunya, karena kondisi masih di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan tetap diterapkan. Yang mana, bagi pemesan hanya bisa mengajak maksimal delapan orang.
Sementara, sampai kapan paket ini akan berlangsung, Taufan belum bisa mengatakannya secara pasti. “Jadi gini, semuanya ini pasti akan kami evaluasi lebih lanjut. (Karena melihat, Red) Kondisi traffic terutama. Ketika memang bisa lanjut, lanjut. Kalau cukup, cukup, intinya begitu. Jadi bagi yang berminat bisa menghubungi kontak yang tertera di pamflet,” tegasnya.(ika)
Editor : Nyoman Suarna