GIANYAR, BALI EXPRESS - Tenten Mart yang resmi dilaunching Jumat (18/6) kemarin oleh Bupati Gianyar ternyata mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.
Hal itu disampaikan oleh Bendesa Adat Guwang, Made Karben Wardana, Senin (21/6). Dirinya mengatakan bahwa tak sedikit Bendesa Adat mulai menghubungi dirinya untuk menanyakan perihal pendirian Tenten Mart tersebut. Dimana diketahui jika Tenten Mart merupakan minimarket pertama yang dikelola oleh Desa Adat. "Teman-teman Bendesa menanyakan terkait sistem pendiriannya, hingga sistem pengelolaan serta konsep dari minimarket ini," tegasnya.
Lebih lanjut ia menerangkan jika Tenten Mart merupakan program kerja sudah lama dari prajuru Desa Adat Guwang di bidang perekomonian. Yang mana usaha ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan Desa Adat. Terlebih setelah dikeluarkannya Perda Nomor 4 tahun 2019, ada pasal yang sinkron yakni Baga Utasaha Padruenan Desa Adat (BUPDA).
"Dalam BUPDA itu ada disebutkan beberapa unit usaha yang bisa dijalankan yaitu salah satunya adalah usaha minimarket," paparnya.
Disisi lain, Bupati Gianyar mengeluarkan kebijakan untuk tidak menerbitkan izin toko modern berjejaring. Hal itu juga membuat pihaknya semakin semangat untuk mendirikan minimarket. Selain itu, juga ada dorongan dari Gubernur Bali untuk menggali potensi perekomonian desa adat agar desa adat menjadi mandiri.
Akhirnya pembangunan minimarket itu pun dilakukan oleh Desa Adat Guwang dengan anggaran mencapai Rp 700 Juta. Biaya tersebut kata dia sudah termasuk bangunan serta isi minimarket. "Untuk modal diluar bangunan sekitar Rp 250 Juta sampai Rp 300 juta. Sisanya itu modal bangunan. Semua full dan tinggal dijalankan saja," lanjutnya.
Pihaknya pun bekerja sama dengan PT. Bali Sari Luwih sebagai supliyer barang di minimarket tersebut. Sebab pihaknya belum bisa mengelola minimarket secara profesional.
Ditambahkannya, nama Tenten Mart sendiri telah dirancang oleh Majelia Desa Adat (MDA) dan direncanakan sebagai branding untuk seluruh desa adat yang akan mendirikan minimarket. Tenten Mart milik Desa Adat Guwang pun siap bersaing dengan minimarket lainnya. Baik dari segi harga maupun pelayanan. "Tapi kami tidak ingin merugikan warga kami yang berprofesi sebagai pedagang," tegas Wardana sembari mengatakan Tenten Marta buka setiap hari mulai pukul 07.00 WITA sampai 22.00 WITA.
Saat ini Tenten Mart memiliki 7 orang pegawai yang berasal dari 7 banjar adat di Desa Adat Guwang. "Sebelumnya kami membuka kesempatan sebagai karyawan untuk semua banjar adat, sistem perekrutanya dilakukan oleh tim dari Universitas Udayana, sangat profesional dalam perekrutan pegawai," sebutnya.
Sebagai minimarket milik Desa Adat pertama di Gianyar, pihaknya berharap keberadaan Tenten Mart dapat meningkatkan perekonomian desa adat. "Dan mudah-mudahan Tenten Martbini bisa menjadi contoh desa adat lain. Kami siap membantu jika desa lain ingin konsultasi," tandasnya.
Editor : Nyoman Suarna