DENPASAR, BALI EXPRESS – Jika pada umumnya nasi goreng dilengkapi dengan topping daging ayam, daging sapi, daging kambing, telor, dan topping standar lainnya, berbeda dengan nasi goreng gagasan dari Nasi Goreng Sultan (@nasgorsultan_) ini. Selain dilengkapi dengan topping potongan daging ayam, bawang goreng, dan telor, menu Nasi Goreng Sultan ini juga dilengkapi dengan topping emas. Bukan sembarang emas, emas yang digunakan yakni emas yang bisa dimakan atau eatable.
“Nasi Goreng Sultan ini dibuat karena pandemi, tepatnya pada Mei 2021 lalu. Jadi kita tahu banyak keperluan masyarakat itu memesan makanan lewat online. Kebetulan, pemilik dari Nasi Goreng Sultan ini yang memiliki Casa Bunga, karena pandemi event sedang kosong, jadi kita ada dapur yang tidak terpakai. Jadi digagaslah Nasi Goreng Sultan ini,” jelas Co-Founder, I Putu Yogi Khrisna Chandra saat ditemui di lokasi, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar Selatan, Bali, Senin (11/10).
Untuk nasi goreng emas sendiri, merupakan salah satu dari teknik marketingnya. Yang mana, nasi goreng emas ini dikemas dalam bentuk hampers sebagai pengenalan produk. Hampers ini belum diperjual-belikan, melainkan diberikan untuk tokoh-tokoh tertentu yang menginspirasi yang diberikan sebagai hadiah. Namun, untuk pasarannya ia jual sesuai permintaan (by order).
Bagi yang berminat, hampers ini ia jual seharga Rp 300 ribu dan bisa dipesan H-1. Menurutnya, pihaknya memilih emas sebagai topping agar masuk pada konsep sultan itu sendiri. Selain emas, untuk topping juga tersedia wagyu, daging kambing, dan topping standar lainnya. “Kenapa Nasi Goreng Sultan, kita tahu bahwa istilah sekarang sultan itu berarti istimewa. Jadi kita mau mencari market, yang mana kita mau mengistimewakan customer kita. Walaupun ada istilah seperti itu, harga tetap terjangkau,” ungkap laki-laki asli Denpasar ini.
Topping emas tersebut berbentuk lembaran yang ia datangkan langsung dari supplier Surabaya. Ia pun mengklaim, topping lembaran emas itu aman dikonsumsi dan tak terlalu memberi pengaruh terhadap rasa nasi gorengnya. Ia juga menyediakan menu nasi goreng lainnya dengan kisaran harga Rp 25 ribu sampai Rp 60 ribu. Sementara untuk minumannya, ia menyediakan varian teh kisaran Rp 6 ribu sampai 15 ribu. Customer bisa berkunjung langsung ke lokasi atau bisa memesan melalui aplikasi Grab atau Gojek mulai pukul 11.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. Dalam seharinya, secara keseluruhan ia bisa menjual 50 box nasi goreng sultan.
“Kendalanya, banyak kesan dari masyarakat bahwa nasi goreng ini mahal tanpa tahu atau cek dulu di aplikasi, padahal harganya masih cukup terjangkau. Rasanya juga dijamin dan toppingnya mengenyangkan,” katanya. “Jadi di beberapa minggu awal, kami adakan promosi. Setiap pembelian nasi goreng itu free ice tea. Jadi ada beberapa promo yang merangkul banyak orang untuk mencicipi,” imbuhnya.
Selain itu, kata dia, karena pandemi, dapur sultan ini dibuat menjadi wadah bagi orang-orang yang dirumahkan atau diberhentikan. Tak sedikit ia merekrut orang-orang itu untuk dipekerjakan di dapurnya. “Kita ingin mengangkat nasi goreng ini terutama di brand Bali agar bisa go nasional dulu. Jadi untuk target saat ini kami buka di kota-kota besar di Bali,” harapnya.(ika)
Editor : Nyoman Suarna