Pada pembukaan Rakernas yang berlangsung pada Kamis (10/3), Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, BPD mesti mulai serius soal pengelolaan. Baik soal peran pemegang saham maupun tugas yang dipikul direksi dan jajarannya. Selain itu ia menekankan, BPD harus mulai menggunakan teknologi digital yang ada serta memperkuat segmen-segmen bisnis perbankan. “Inilah yang menurut saya harus dibangun sebagai penguatan ekonomi masing-masing daerah,” katanya.
Menurutnya, salah satu kelemahan BPD adalah kurangnya fashion. Ia menegaskan, untuk menghadapi persaingan harus berani membuat branding baru. Perkembangan digital saat ini, sudah harus menyesuaikan dengan ekosistem baru. “Jadi jangan lagi konservatif,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma mendukung atas program rakernas dan munas yang diselenggarakan di Bali. Tentunya ini dalam rangka membantu pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Diharapkan, hasil dari rakernas akan melahirkan ide-ide dalam rangka membawa BPD seluruh Indonesia lebih maju. “Gubernur menyampaikan bagaimana peran serta dari pemegang saham masing-masing BPD bisa meningkatkan kapasitas usaha dari masing-masing BPD di seluruh Indonesia. Sehingga kontribusi dari BPD bisa terlihat dan bisa dirasakan oleh masyarakat secara luas,” jelasnya.
Ketua Umum FKDK BPD SI, Farid Rahman menyampaikan, rakernas kali ini mengangkat topik terkait recovery industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Bali serta pengoptimalisasi pembiayaan BPD. Topik ini diangkat, seperti diketahui, sumbangan PDB dari sektor pariwisata hanya 4 persen. “Menteri Sandiaga Uno menginginkan ini kedepannya bisa menjadi 10 persen,” katanya.
Farid menyebutkan, jika kekuatan BPD seluruh Indonesia ditotalkan, maka BPD menempati posisi kelima setelah bank-bank nasional seperti BRI, Mandiri, BCA, dan BNI. Ini membuktikan, potensi dari BPD cukup besar dalam menunjang industri apa pun termasuk industri pariwisata.
“Kita ketahui pariwisata ini dimotori oleh Bali walaupun dari pemerintah sudah ada 5 destinasi prioritas, namun Bali dengan kebudayaannya jadi orang tidak bosan ke Bali. Industri pariwisata dan ekonomi kreatif seperti apa yang ingin kita coba garap. Walaupun secara operasional nanti dari direksi BPD,” terangnya.
Pihaknya berharap, masing-masing BPD ini bisa lebih berkembang kedepannya. Besar harapan agar kontribusi BPD seluruh Indonesia bisa lebih nyata dalam pemulihan industri pariwisata. “Kami berharap kita segera bangkit, sukses dan sejahtera untuk menunjang bangkitnya ekonomi nasional,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank BPD Bali, Ida Bagus Putu Anom Redhi menerangkan, dalam rangka recovery pariwisata dan industri ekonomi kreatif harus berkorelasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Termasuk ekonomi Bali, melalui pendanaan dan penghimpunan dana dari BPD. “Jadi recovery pariwisata dan industri ekonomi kreatif ini supaya berpengaruh terhadap ekonomi Bali dan seluruh Indonesia. Ini yang kita bahas dalam seminar nanti,” katanya.
Disamping itu, kata dia, digelarnya Rakernas ini di Bali dalam upaya mendukung menggairahkan perekonomian Bali. “Memang peserta seminar ini 81 orang. Tetapi mengajak staf beserta keluarga hampir sebanyak 80-an orang, sehingga ada sekitar 160-an orang yang datang ke Bali untuk menggairahkan perekonomian Bali,” tutupnya. Editor : I Dewa Gede Rastana