Hal ini tentunya sangat membantu dalam penghematan biaya listrik pada skala rumah tangga. Terlebih aktivitas berkebun yang dilakukan dengan konsep hidroponik.
Kebutuhan listrik untuk menggerakkan pompa agar sanitasi berjalan lancar cukup tinggi. Panel surya hadir menjadi salah satu alternatif agar hemat listrik. Tagline kebun 'Food Water Energy' dikelola Ida Ayu Alit Maharatni bersama suami Ida Bagus Made Purwanasara pada sebuah kebun Noja Bali Hidroponik, yang berlokasi di Jalan Noja II, Denpasar.
Di kebun yang dikembangkan ini, ada sejumlah petak-petak sayur aneka jenis dengan model teknik hidroponik berbeda-beda. Sedikitnya ada lima blok model, yakninNutrient Film Technique (NFT), Dutch Bucket System (DBS), Deep Water Culture (DWC), Water Culture System (WCS), sistem tetes.
Uniknya, kebun hidroponik seluas 200 meter persegi itu menggunakan tenaga surya untuk menggerakkan pompa air. Sudut yang menonjol adalah instalasi bunga matahari dari kerangka besi berwarna kuning cerah yang dipasangi panel-panel surya. Mirip seperti bunga matahari raksasa.
Panel surya yang dipasang di sekitar kebunnya itu sebagai pengganti listrik agar sistem pengairan pada sayuran bisa dilakukan. “Hidroponik itu menggunakan pompa untuk mengalirkan air dan mensuplai oksigen. Otomatis pompa membutuhkan listrik, jadi listriknya kami buat mandiri dari solar panel. Ini bisa juga sebagai solusi apabila di lahan yang akan digunakan berhidroponik tidak terdapat listrik,” ujarnya.
Listrik yang diperlukan untuk kebun hidroponiknya setiap harinya per modul biasanya memerlukan 70-100 watt. “Kami ada sekitar lima modul. Butuh listrik kurang lebih 300 watt. Tujuannya agar keluarga kami tidak menanggung beban dosa dari PLTU. Penggalian batu bara,” paparnya.
Penggunaan tenaga surya sesungguhnya sebanding dengan penggunaan listrik PLN, jika dihitung 10 tahun kedepan. Maka penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) jauh lebih murah.
“Secara ekologis karena kami tau sumber listrik negara salah satunya dari Coal, ada perasaan nyaman saat kami menggunakan PLTS, lifestyle, ketika listrik tetangga mati rumah kami tetap terang,” selorohnya.
Photovoltaics (PV), lebih populer dengan istilah panel surya atau solar cell mengubah energi cahaya jadi tegangan/voltase. Dalam cuaca cerah, satu panel ukuran satu meter bisa menghasilkan daya 100 watt/jam.
Waktu panen cahaya optimal di Indonesia rata-rata selama 4-5 jam efektif per hari. Bisa dihitung berapa kebutuhan per hari dan jumlah energi panas matahari bisa dikonversi jadi listrik. Konverter mengubah tegangan dari solar cell dan diturunkan ke batre.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya