Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Arifin Tasrif, mengatakan, ketimbang membeli kendaraan baru, sebaiknya konversi ke kendaraan listrik akan lebih murah. “Beli motor baru kan kisaran Rp 20 juta. Di samping itu, bensin (BBM) juga kesehariannya mahal,” ujarnya pada kegiatan parade kendaraan listrik di Nusa Dua, Badung, Kamis (1/9).
Untuk infrastruktur pengisian bahan bakarnya, kata dia, sudah mulai dipersiapkan. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga bisa mengurangi emisi CO2.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menuturkan, konversi kendaraan listrik dilakukan dengan membongkar dan mengganti komponen mesin bakar motor dengan motor listrik type Mid Drive Controler dan baterai serta kabel-kabel dan perbaikan rangka-rangka serta lampu.
Dengan beralih ke kendaraan listrik, lanjutnya, pengurangan emisi karbon yang didapatkan bisa lebih rendah dibandingkan memakai kendaraan berbasis BBM. Darmawan menyebutkan, satu liter BBM menghasilkan emisi karbon 2,4 kilogram CO2. “Sedangkan 1 kWh listrik, emisinya hanya 0,85 kilogram CO2. Artinya kalau 1,5 kWh, emisinya sekitar 1,3 kilogram CO2,” ungkapnya.
Sementara itu, diadakannya parade kendaraan listrik ini, sebagai pembuktian kepada dunia bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen dalam transisi energi dengan memasifkan kendaraan listrik. “Melalui parade ini kami hendak menunjukkan kepada dunia komitmen kami dalam transisi energi. Bahwa saat ini eranya kendaraan listrik, yang lebih ramah lingkungan dan juga murah,” katanya.