Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sumerjaya Ubah Sawah Jadi Rumah Makan Plus Tempat Mancing

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 21 September 2022 | 12:21 WIB
MANCING : Suasana di Kolam Pancing dan Rumah Makan Nirmala milik I Ketut Sumerjaya di Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Klungkung.I Wayan Adi Prabawa/Bali Express
MANCING : Suasana di Kolam Pancing dan Rumah Makan Nirmala milik I Ketut Sumerjaya di Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Klungkung.I Wayan Adi Prabawa/Bali Express
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Jika pada umumnya pebisnis membuka bisnis kuliner dengan memilih tempat yang strategis, seperti di jalur keramaian dan perkotaan. Namun, tak demikian dengan I Ketut Sumerjaya, yang lebih memilih lokasi yang cukup sulit dicari, tapi mampu memberikan kepuasan pelanggannya.

Saat ditemui Senin (19/9) kemarin, Sumerjaya yang warga Desa Adat Lepang, Desa Takmung, Klungkung ini mengatakan, rumah makan yang juga lokasi memancing miliknya itu awalnya merupakan areal persawahan yang tidak produktif.

Selain itu, dari sisi lokasi, tempatnya juga cukup jauh dari keramaian. Meski begitu, dengan tekadnya yang kuat, ia mengubah areal persawahan seluas 18 are itu menjadi rumah makan sekaligus lokasi mancing yang menakjubkan.

Rumah makan yang diberi nama Nirmala itu memang tidak seperti restoran lain pada umumnya. Karena rumah makan ini justru sulit ditemukan bagi pengunjug yang baru pertamakali kesana. Lokasinya dari Jalan Baypass Ida Bagus Mantra, tepat di perempatan Lepang, menuju ke selatan, selanjutnya memasuki areal persawahan.

Di rumah makan ini, selain menyajikan makanan dengan menu andalan ikan mujair nyat-nyat, pengunjung juga dapat mancing di kolam ikan yang telah disediakan. “Selain makan, pengunjung juga bisa mancing. Penghobi mancing bisa menyalurkan hobinya disini, karena disini tidak harus makan, bisa hanya mancing saja,” ujarnya.

Di rumah makan yang berdiri sejak tahun 2014 itu, pengunjung bisa memilih tempat makan yang diinginkan. Selain makan di kursi dan meja formal, juga tersedia lima gazebo yang berdiri berjejer. “Disini juga sering ada pertemuan, baik itu kantoran atau perkumpulan,” lanjutnya.

Untuk bisa memakai fasilitas disana sebagai tempat pertemuan, bapak dua anak itu mengaku, pengunjung tidak perlu menyewa tempat. Hanya saja tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar.

Tempat tersebut dilengkapi fasilitas wifi dan juga sound system. “Kalau pertemuan cukup seluruh peserta pertemuan membeli makan disini, maka yang bersangkutan bisa menggunakan fasilitas disini. Tidak perlu menyewa,” bebernya.

Disinggung mengenai tempat bisnisnya, Sumerjaya mengaku, tempat yang digunakakannya itu adalah warisan dari orangtuanya. Melihat potensi lokasi tempat tersebut yang terdapat banyak mata air, dirinya pun terinspirasi untuk membuat kolam. Padahal, dirinya mengaku tidak hobi memancing.

“Kami ingin suguhkan pemandangan yang berbeda dari rumah makan lainnya. Disini, selain bisa makan, tempat ini juga bisa untuk menghilangkan penat dengan mancing,” jelas pria kelahiran 1977 itu.

Bangunan yang tertata dengan sangat elok itu seolah dari gambaran arsitek. Padahal, ia mengaku desain dari tempat tersebut samasekali tidak terbayangkan. “Modal keberanian, saya yang mengonsep ini semua,” pungkasnya.

Untuk saat ini, rumah makan itu dikelola istrinya yang bernama Ni Kadek Rustini dengan mengajak dua orang karyawan. “Dahulu lumayan ramai, sekarang karena pandemi Covid-19, ya untuk pelanggan sedikit berkurang. Bahkan dahulu sering ada lomba mancing disini,” tutupnya. (dir)

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Kolam Pancing Nirmala #Lokasi Mancing #Ubah Sawah Jadi Rumah Makan #rumah makan