Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Batik Tulis, Karya Seni untuk Oleh Oleh hingga Jadi Barang Mewah

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 1 Oktober 2022 | 14:38 WIB
BATIK : Proses pembuatan batik tulis yang membutuhkan skill serta prosesnya yang lama. Agung Bayu/Bali Express
BATIK : Proses pembuatan batik tulis yang membutuhkan skill serta prosesnya yang lama. Agung Bayu/Bali Express
DENPASAR, BALI EXPRESS - Batik menjadi sebuah ikon yang tak bisa dilepaskan dari Indonesia. Batik menjadi sebuah identitas bangsa yang sudah dikenal dunia. Dan setiap tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Batik di zaman modern masih eksis. Dari zaman dahulu, batik memiliki ciri khas, terutama dari pembuatannya. Apalagi pembuatan secara tradisional masih dipertahankan sampai sekarang. Itulah yang menyebabkan batik menjadi agung dan memiliki nilai estetika tinggi yang tentunya berpengaruh ke harga jual.

Salah satu staf di Bali Bidadari Batik, Kesiman, Denpasar, Ni Wayan Sri Muliari mengatakan, ada batik di tempatnya yang sudah berdiri sejak tahun 1998 ini berharga fantastis, yakni Rp 14 juta untuk satu kain batik tulis saja. Tapi kembali dari prosesnya, menyelesaikan batik seperti ini membutuhkan paling sedikit 6 bulan. Selain itu, pemilihan bahan dengan kualitas terbagus juga berpengaruh.

"Dan yang paling penting dan bisa dikatakan 'paling mahal' adalah skill dari yang membuatnya. Karena batik tulis ini adalah sebuah karya seni yang tidak semua orang bisa membuatnya," ujar Sri Muliari.

Di tempatnya sendiri saat ini ada 30 pelukis batik yang masih eksis. Keberadaannya memang cukup banyak, namun karena zaman sudah berkembang, bisa saja pelukis batik benar-benar langka nantinya.

"Sebetulnya kembali kepada niat generasi muda, tapi ada juga pelukis yang biasanya turun temurun. Membuat batik lukis itu bukan asal melukis di kain, namun harus memiliki ciri khas tersendiri. Disini ada 30 orang pelukis batik dan semuanya belum tentu sama motif dan warnanya," imbuh Muliari.

Ia juga menjelaskan di tempatnya ini ada dua jenis batik yang dijual, yakni batik tulis dan batik cap. Batik cap desainnya sudah ada dan tinggal ditempel seperti sedang menyablon baju. Dari sisi jual, batik cap memang banyak dibeli dan harganya juga lebih murah. Beda dengan batik tulis yang lebih jarang dicari, karena proses pembuatannya yang lama. Tapi dari sisi ketahanan, batik lukis memiliki daya tahan lebih bagus dan tentunya nilai jual yang lebih mahal.

Untuk pangsa pasarnya, kata Muliari, lebih banyak domestik. Tak jarang juga wisatawan sering membeli untuk dijadikan oleh-oleh. Bahkan untuk lebih mengenalkan batik kepada wisatawan, mereka membuka kelas batik.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#keagungan batik #oleh-oleh #Batik Tulis #karya seni #Barang Mewah #Batik Cap