Untung Setyono, 49, memulai usaha kerajinan kap lampu di Bali sejak tahun 2004. Dengan bahan baku berupa rotan, rumput mendong, daun agel, pandan, lidi, bambu dan material lain, owner Intan Bali ini dapat menyulapnya menjadi kap lampu yang unik dan menarik. Bentuknya kokoh, anyamannya kuat, serta artistik, tak heran kerajinan ini menjadi buruan para pelanggan dari luar negeri.
“Proses pembuatannya pertama kita buat frame atau kerangkanya, terus proses anyam. Setelah itu, finishing. Untuk material mendong ini satu hari bisa dapat 5 buah untuk 1 orang,” jelasnya saat ditemui di lokasi pembuatannya, Jalan Gunung Patas I, Padangsambian Kelod, Denpasar, Selasa (29/11).
Tidak hanya menjamah Pasar Eropa, kerajinan kap lampu buatannya juga sampai terjual ke negara lainnya. Yang paling laris, kata dia, ke negara Prancis, Australia, dan Jepang. “Penjualannya kemana-mana ini, rata-rata Pasar Eropa. Masuk semua itu, yang belum itu ke Arab,” kata dia.
Di Bali sendiri, kerajinan kap lampu ini laku terjual ke vila serta hotel-hotel. Mereka bisa memesannya melalui online dan juga offline langsung ke toko. “Permintaannya biasanya tamu ke sini, sudah order selesai, yang menyelesaikan selanjutnya cargo. Jadi pengambilan cargo yang urus. Pemasaran kami juga bisa lewat online, kalau pemasarannya di Bali kita ada toko sendiri, teman-teman juga ada yang bantu masarin,” ungkapnya.
Keseluruhan bahan baku ia peroleh dari Jawa. Dikerjakan dengan sejumlah karyawan. Hasilnya ia jual dengan harga tergantung ukuran, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 1,5 juta.
Ramainya permintaan, tak ayal membuatnya mampu mengantongi omzet puluhan juta rupiah, hingga ratusan juta per bulan. “Kirimnya tergantung deadline yang order, jadi biasanya tamu pesan, jarak order dikasi 1 bulan. Tapi tiap hari mesti ada barang yang keluar,” bebernya.
Pada saat pandemi, ia bersyukur usahanya tetap berjalan stabil. Baik pesanan yang masuk, maupun bahan baku, diakuinya tidak ada masalah. “Saat pandemi kemarin tidak ada masalah. Lancar, tidak ada masalah. Ekspor tetap jalan. Bahan juga tidak ada masalah sampai hari ini,” tutupnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya