Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kebutuhan Tinggi, Berikut Cara Membudidayakan Bunga Krisan

Dian Suryantini • Selasa, 27 Juni 2023 | 01:59 WIB
Bunga krisan yang diproduksi petani bunga di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.
Bunga krisan yang diproduksi petani bunga di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

SINGARAJA, BALI EXPRESS– Bunga krisan salah satu jenis bunga potong yang laris di pasaran. Bunga ini banyak dikembangkan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Selain menghiasi pot, bunga krisan juga banyak diburu untuk kebutuhan dekorasi hingga perawatan kecantikan. Rata-rata per hari kebutuhan pasar akan bunga krisan mencapai 6.000 batang.

Tingginya kebutuhan pasar itu, diharapkan diikuti dengan budidaya bunga krisan secara mandiri. Selama ini petani bunga potong mengandalkan bibit dari luar Bali. Yakni dari Bandung.

Pembibitan secara mandiri dipandang dapat menjadi solusi bila pasokan dari luar Bali tersendat. Sehingga arus perputaran transaksi bunga potong tetap terjaga. “Mulailah bibit secara mandiri. Tentunya membuat bibit yang unggul pula. Karena di sini bunga Krisan memiliki kualitas super, kualitas tinggi,” terang dosen pertanian Universitas Warmadewa, Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya.

Akan tetapi untuk saat ini petani bunga masih belum maksimal bila melakukan pembibitan secara mandiri. Sebab sebagian besar petani bunga fokus pada produksi. Bila dilakukan pembibitan dikhawatirkan produksi tidak maksimal. “Kalau membuat bibit tidak masalah. Bisa buat bibit tapi produksi tidak maksimal. Kami konsen produksi sehingga tidak melakukan pembuatan bibit dan mengandalkan dari luar. Selama ini bibitnya dari Bandung, dan Malang,” ujar Ketua Kelompok Agro Pudak Lestari, Desa Pancasari, I Gusti Ngurah Agung Made Darma Susila.

Krisan atau seruni merupakan salah satu bunga potong yang paling digemari oleh masyarakat terutama kalangan menengah ke atas. Kualitas bunga krisan dan bunga potong lainnya merupakan faktor utama yang menentukan preferensi konsumen, walaupun terdapat faktor lainnya, seperti perbedaan selera dan tren.

Sementara itu Amelia R Nicolas dari Central Bicol State University of Agriculture -Philippines berharap para petani dapat mengembangkan berbagai jenis bunga lainnya sehingga nantinya tidak saja meningkatkan pendapatan petani tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Keragaman bunga yang dikembangkan juga dapat dikolaborasikan dengan budidaya lebah sehingga memberikan manfaat maksimal.

Berikut cara mudah membudidayakan bunga Krisan berdasarkan ulasan https://vocasia.id/blog/cara-budidaya-bunga-krisan/

  1. Pembibitan menggunakan anakan. Pembibitan tersebut biasanya diambil dari anakan yang tumbuh di sekitar krisan dewasa. Kamu bisa mencabut anakan-anakan yang tumbuh dan ditanam kembali di pot atau polybag yang telah disediakan. Biasanya cara inilah yang digunakan dalam melakukan budidaya bunga krisan. Hal itu karena lebih mudah dengan bibit yang cepat tumbuh dan berkembang.
  2. Pembibitan menggunakan kultur jaringan. Nah, jika kamu ingin membudidayakan bunga krisan dengan cara ini, maka ikuti caranya berikut ini. Pertama, tentukan mata tunas yang akan digunakan. Kedua, sterilisasikan mata tunas tersebut selama 10 menit. Ketiga, tanam mata tunas hingga tumbuh sekitar 7,5 sentimeter. Setelah itu, kamu bisa memindahkan tanaman ke media budidaya.
  3. Pembibitan menggunakan stek pucuk. Pertama, tentukan tanaman krisan yang telah dewasa, sehat, dan terhindar dari hama penyakit. Setelah itu, pilih tunas pucuk yang memiliki warna hijau terang, diameter pangkal 3 – 5 mm, memiliki tiga helai daun, dan panjangnya lima sentimeter. Potong tunas pucuk tersebut dan semaikan. (*)

 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Liliek Marhaendro Susilo.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Liliek Marhaendro Susilo.
Photo
Photo
Editor : I Made Mertawan
#bunga krisan #Desa Pancasari