Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bank Indonesia Catat Jumlah Merchant QRIS Capai 29,63 Juta pada 2023, Didominasi Kalangan UMKM

Rika Riyanti • Sabtu, 9 Desember 2023 | 22:45 WIB

Sosialisasi QRIS Tuntas di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 9 Desember 2023.
Sosialisasi QRIS Tuntas di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 9 Desember 2023.
DENPASAR, BALI EXPRESS- Secara nasional hingga Oktober 2023, Bank Indonesia mencatat jumlah merchant QRIS sebanyak 29,63 juta merchant.

Dari jumlah tersebut, mayoritas pemilik merchant QRIS berasal dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM.

Merchant QRIS ini sesuai dengan tujuan Bank Indonesia dan pemerintah untuk mendongkrak digitalisasi pembayaran bagi semua UMKM.

Menurut Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Arya Rangga Yogasati, pemilik merchant paling besar dari kalangan UMKM.

Katanya, pelaku usaha mikro dengan persentase 55,70 persen, kemudian pelaku usaha kecil 30,17 persen, dan pelaku usaha menengah 6,02 persen. 

“Sebanyak 91,9 persen pemilik merchant merupakan UMKM dan hanya 3,74 persen dari kalangan pelaku usaha besar. Ini menunjukkan para pelaku UMKM sangat antusias dalam menyediakan pembayaran digital,” sebutnya ketika ditemui di Badung, Bali Sabtu 9 Desember 2023.

Sementara itu, jumlah pengguna QRIS hingga Oktober 2023 mencapai 43,44 juta, sekitar 97 persen dari target 45 juta pengguna pada 2023.

Sepanjang 2023, pengguna QRIS baru mencapai 14,58 juta dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga akhir 2023.

Volume transaksi QRIS sepanjang 2023 mencapai 1,59 miliar transaksi dengan nominal transaksi mencapai Rp24,97 triliun. 

Lebih lanjut dikatakannya, Bank Indonesia senantiasa melakukan upaya meningkatkan penggunaan QRIS secara nasional dengan melalui sosialisasi maupun inovasi QRIS dengan meluncurkan QRIS tuntas. 

Rangga mengungkapkan, QRIS Tuntas yang dihadirkan Bank Indonesia sudah ada di 480 kabupaten/kota.

Menurut Yoga, dilihat dari digital kompetitif need index, ada beberapa wilayah yang kualitas internetnya belum baik, dan memang tantangan utama perluasan pembayaran digital adalah infrastruktur. 

Adapun strategi untuk memperluas QRIS di seluruh Indonesia terutama di wilayah 3T dengan menggandeng Bakti Kominfo.

Pihaknya juga memetakan daerah yang dinilainya potensial. “Misalnya, daerah ekonomi yang bagus dijadikan perluasan QRIS, kami laporkan ke Bakti Kominfo agar jaringannya diperkuat. Program internal kami juga untuk penguatan jaringan di daerah potensi, itu juga kami lakukan,” tandasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#merchant qris #umkm #bank indonesia