BADUNG, BALI EXPRESS- Pemkab Badung, Bali sudah melakukan penataan Pasar Seni Kuta.
Hanya saja, setelah Pasar Seni Kuta dibuat megah, kunjungan wisatawan malah mengalami penurunan.
Sepinya kunjungan ke Pasar Seni Kuta itu diperkirakan akibat bangunan megah dari pasar yang berada di pinggir pantai tersebut.
Desa Adat Kuta pun mempersiapkan sejumlah upaya untuk menggeliatkan kembali perputaran di Pasar Seni Kuta.
Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke Pasar Seni Kuta relatif lebih sepi.
Ia memperkirakan adanya perubahan pandangan dari wisatawan. “Dengan adanya Badan Pengelola Pasar Seni Kuta, kami bersama-sama berupaya membuat pasar kembali ramai. Salah satunya dengan menggelar weekend art market setiap Jumat-Minggu,” ujar Alit Ardana, Senin 18 Desember 2023.
Dalam event ini dibuka sebanyak 20 stand di area parkir Pasar Seni Kuta. Acara ini difokuskan kepada pedagang Pasar Seni Kuta yang mendapatkan kios di lantai dua dan tiga secara bergantian.
“Jadi itu hanya untuk pengenalan saja sebagai wahana promosi. Astungkara, sejauh ini antusiasme wisatawan berbelanja terlihat mulai bangkit," ungkapnya.
Selain itu, Alit Ardana juga mengaku, telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Badung dan Komotra untuk mengubah trayek pengangkut wisatawan.
Trayek dari central parkir menuju Jalan Pantai Kuta kini diubah menuju Pasar Seni Kuta. Selain meminimalkan kemacetan, hal ini diharapkan menjadi solusi kunjungan ke pasar seni.
“Hal itu sudah diizinkan Dishub, kami harap sebelum Natal bisa terealisasi. Pihak komotra juga siap membantu. Jika itu sukses tentu kedepan kita akan berikan apresiasi," jelasnya.
Bahkan pihaknya berencana bekerja sama dengan travel agent. Untuk menunjang hal tersebut juga akan ditampilkan pagelaran seni yang dapat menarik minat wisatawan.
“Ini nantinya akan bekerja sama dengan sanggar seni. Rencananya akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu,” terangnya.
Lebih lanjut Alit Ardana menambahkan, sepinya Pasar Seni Kuta ada beberapa kios yang ditutup.
Pihaknya pun juga memberikan potongan 50 persen untuk sewa kios. Untuk pedagang di lantai I menjadi Rp10 juta per tahun, lantai II Rp7,5 juta per tahun dan lantai III Rp3,5 juta per tahun.
“Nilai sewa itu bisa dicicil 3 kali atau maksimal 6 bulan. Jadi setiap bulan mereka menyisihkan uang sekitar Rp25 ribu dari hasil jualan," ucapnya. (*)
Editor : I Made Mertawan