BANGLI, BALI EXPRESS- Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BRI terbukti telah mengubah kondisi ekonomi I Komang Edi Santosa, seorang pelaku UMKM di Kabupaten Bangli, Bali.
Edi Santosa berhasil membuka tiga toko dalam waktu 6 tahun dengan omzet ratusan juta per bulan.
Sebelumnya, ia bekerja sebagai karyawan di sektor agrowisata di wilayah Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli.
Ia juga beberapa kali merintis usaha bermitra dengan orang lain, tapi usahanya tidak pernah berkembang.
Edi Santosa akhirnya memberanikan diri membuka toko plastik di kawasan Pasar Kayuambua, Kecamatan Susut, Bangli pada 2017.
Toko plastik menjadi pilihannya karena di kawasan tersebut banyak usaha makanan dan minuman serta usaha lainnya yang membutuhkan berbagai macam produk plastik.
Dengan modal di bawah Rp50 juta yang diperoleh dari pinjaman Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Edi membuka toko khusus menjual plastik, sosis, dan barang lainnya, baik grosir maupun eceran. Toko tersebut diberi nama Media Plastik.
Setelah usahanya semakin stabil, ia memutuskan untuk mengajukan pinjaman berupa KUR BRI pada tahun 2018.
KUR menjadi pilihannya karena suku bunga yang ditawarkan lebih ringan dibandingkan LPD.
"Saya mengajukan KUR BRI sebesar Rp25 juta," kata Edi saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group), Sabtu, 20 April 2024.
Dengan tambahan modal dari KUR, ia mampu menambah stok barang dagangan berupa produk plastik dengan berbagai jenis dan ukuran.
Tiga tahun kemudian, pria bergelar sarjana hukum tersebut kembali mengajukan pinjaman KUR sebesar Rp35 juta.
Seperti pinjaman KUR sebelumnya, dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk menambah stok barang.
Dia percaya bahwa semakin banyak barang yang ditampilkan dengan berbagai jenis dan ukuran, semakin banyak pula pembeli yang akan datang, apalagi toko tersebut memiliki ruangan yang luas dua lantai dan berada di pinggir jalan raya.
“Oh di toko ini saja belanja, ape alih ade (apa dicari ada,Red), lengkap, Kan pembeli bisa seperti itu,” tutur Edi.
Putu Artawan, 38, salah satu pembeli menyatakan bahwa ia memilih toko itu karena memiliki banyak koleksi plastik.
Artawan tidak perlu pergi ke toko lain untuk mencari yang dibutuhkannya. Bahkan, ia sampai membeli plastik yang sebenarnya tidak direncanakannya.
"Saya membelinya karena melihat barang yang ada di toko ini," ujar Artawan
Media Plastik terus berkembang, hingga akhirnya ia berhasil membuka toko baru di wilayah Penelokan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, dua tahun yang lalu.
Di daerah pariwisata tersebut, Edi Santosa memutuskan untuk tidak membuka toko plastik karena merasa barang tersebut kurang diminati di wilayah itu.
"Di toko Penelokan, saya menjual sosis, deterjen laundry, tisu-tisu dan lainnya," jelasnya.
Kedua toko tersebut berjalan beriringan. Edi Santosa, yang sejak dulu bercita-cita menjadi seorang pengusaha, terus bekerja keras untuk mengembangkan usahanya.
Ia juga ketagihan menggunakan dana KUR BRI karena sudah terbukti membuat usahanya bisa berkembang.
Pada tahun 2023, ia kembali mengakses KUR sebesar Rp150 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan toko plastik dan membuka toko baru khusus menjual alat-alat kecantikan, yang letaknya bersebelahan dengan toko plastik.
Dari tiga usaha yang dikelolanya bersama sang istri Ni Nengah Mediawati, pria berusia 31 tahun ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Saat ini, toko yang dikelolanya telah mempekerjakan empat karyawan.
Salah satu di antaranya adalah Ni Luh Indu Dewi,35. Indu Dewi merasa bersyukur bisa bekerja di toko plastik tersebut.
Bagi Indu Dewi, bosnya adalah penyelamat, karena toko plastik memberinya pekerjaan ketika ia sangat membutuhkannya.
“Saya sebelumnya bekerja di tempat lain, namun karena pandemi Covid-19, saya dirumahkan. Akhirnya, saya bisa bekerja di sini,” ungkapnya.
Karyawan lainnya, Ni Komang Renia, 18, juga merasa bersyukur bisa bekerja di sana. Terutama karena ia ditempatkan di toko alat-alat kecantikan, sesuai dengan keinginannya sejak dulu.
“Bagi saya, mencari pekerjaan bukanlah hal yang sulit, tetapi mencari tempat yang nyaman untuk bekerja itu yang sulit. Saya merasa nyaman di sini,” ujar Renia yang baru bekerja di sana kurang dari setahun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa sesuai dengan amanah pemerintah, program KUR bertujuan meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.
KUR meningkatkan kapasitas daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Tahun ini, BRI mendapatkan kuota penyaluran KUR sebesar Rp165 triliun. Berdasarkan data Januari-Februari 2024, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp27,2 triliun kepada 561.000 debitur.
“Jika dihitung, penyaluran tersebut sekitar 16,5 persen dari total jatah KUR yang disalurkan BRI tahun ini,” ungkap Supari. Dengan realisasi KUR awal tahun 2024 ini, BRI optimistis bisa menyalurkan sesuai target. (*)
Editor : Nyoman Suarna