Kopi Banyuatis dinamakan berdasarkan nama daerah penghasilnya yaitu Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Bagi pecinta kopi, pasti sangat mengidolakan kopi legendaris ini. Kopi ini menjadi incaran para pecinta kopi lantaran proses pengolahan dan pengemasannya yang masih tradisional.
Tak dipungkiri, Kopi Banyuatis memiliki penikmat fanatik yang tak bisa melewatkan hari-hari tanpa menyeruput secangkir kopi ini. Bahkan, tidak sedikit yang merasa kecanduan dengan kopi ini.
Saat ini Kopi Banyuatis diproduksi dalam kemasan beragam di kawasan Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali.
Meskipun tidak ada catatan yang sangat spesifik mengenai awal mula penanaman kopi di Banyuatis, namun diperkirakan bahwa kopi sudah ditanam di daerah ini sejak zaman penjajahan Belanda.
Belanda diketahui telah memperkenalkan tanaman kopi ke berbagai wilayah di Hindia Belanda, termasuk Bali.
Kisah Kopi Banyuatis yang tercatat dimulai pada awal abad ke-20 dengan sosok Jro Dalang Gelgel. Beliau adalah seorang petani kopi di desa Banyuatis yang melihat potensi besar dalam bisnis kopi.
Melihat potensi tersebut, Jro Dalang Gelgel kemudian memulai industri rumahan untuk mengolah biji kopi hasil panennya. Proses pengolahan kopi saat itu masih sangat sederhana dan dilakukan secara manual.
Setelah Jro Dalang Gelgel, estafet pengembangan Kopi Banyuatis dilanjutkan oleh generasi berikutnya, yaitu Putu Dalang. Beliau melanjutkan usaha ayahnya dan semakin mengembangkan bisnis kopi keluarga.
Pada tahun 1960-an, merek "Kopi Banyuatis" resmi didirikan oleh Ketut Englan, putra dari Putu Dalang. Dengan berdirinya merek ini, kopi Banyuatis mulai dikenal lebih luas.
Seiring dengan meningkatnya permintaan, keluarga Englan membangun pabrik kopi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Saat ini Kopi Banyuatis dikelola oleh Gede Pusaka.
Seiring berjalannya waktu, proses produksi Kopi Banyuatis terus mengalami modernisasi. Penggunaan teknologi yang lebih canggih membuat kualitas kopi Banyuatis semakin terjamin.
Kopi Banyuatis sebagian besar menggunakan biji kopi Arabika yang dikenal memiliki cita rasa yang lebih lembut dan kompleks.
Proses pengolahan kopi Banyuatis dilakukan dengan sangat hati-hati, mulai dari pemilihan biji kopi yang berkualitas hingga proses roasting yang tepat.
Kopi Banyuatis memiliki cita rasa yang khas, yaitu sedikit asam, manis, dan beraroma buah. Kopi Banyuatis memiliki cita rasa yang khas, yaitu sedikit asam, manis, dan beraroma buah.
Proses produksi Kopi Banyuatis melibatkan beberapa tahapan penting untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.
Pertama, Biji kopi dipilih secara manual saat sudah matang sempurna untuk memastikan kualitas rasa yang optimal.
Biji kopi kemudian digiling untuk memisahkan kulit ari dan daging buahnya. Biji kopi difermentasi selama beberapa hari untuk menghilangkan lendir yang masih menempel.
Setelah fermentasi, biji kopi dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering hingga kadar airnya mencapai tingkat yang ideal.
Selanjutnya biji kopi yang sudah kering kemudian disortir untuk memisahkan biji yang berkualitas baik dari yang rusak.
Kemudian Biji kopi digiling menjadi bubuk dengan tingkat kehalusan yang sesuai dengan jenis kopi yang akan dihasilkan. Bubuk kopi disangrai pada suhu tertentu untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang khas.
Setelah disangrai, bubuk kopi didinginkan dengan cepat untuk mencegah terjadinya over roasting. Bubuk kopi yang sudah disangrai kemudian digiling lagi menjadi bubuk kopi yang siap seduh.
Pecinta kopi Banyuatis bisa mendapatkan di warung terdekat. Kemasannya pun memiliki ukuran yang beragam.
Tak jarang, penikmat menjadikan brand Kopi Banyuatis sebagai buah tangan karena memiliki karakter yang khas. (dik)
Editor : I Putu Mardika