Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waduh, Warga di Kota Bangli Kesulitan Dapatkan Gas Elpiji 3 Kg

I Made Mertawan • Selasa, 5 Agustus 2025 | 15:24 WIB
Sub Pangkalan, I Gusti Bagus Sotasoma menunjukkan gas kosong Senin (4/8/2025).
Sub Pangkalan, I Gusti Bagus Sotasoma menunjukkan gas kosong Senin (4/8/2025).

BALIEXPRESS.ID- Sejumlah warga di Kota Bangli mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Kondisi ini sudah terjadi sejak lebih dari sepekan. Tidak semua pangkalan, sub pangkalan, maupun pengecer selalu tersedia dengan stok gas.

Salah satu sub pangkalan, I Gusti Bagus Sotasoma, mengakui bahwa pasokan gas elpiji 3 kg dari pangkalan langgannya kini seret.

Jika sebelumnya ia bisa menerima 20–30 tabung per hari, kini jumlah itu menurun drastis menjadi maksimal 20 tabung. Di sisi lain, permintaan mengalami peningkatan.

"Sebelum dua pekan lalu, saya bahkan sempat menolak kiriman gas dari pangkalan karena stok sebelumnya belum habi. Paling laku 1 sampai 3 tabung per hari," ujar Sotasoma saat ditemui di warungnya di Jalan Muhammad Hatta, LC Subak Aya, Bangli, Senin (4/8/2025).

Namun sejak pasokan mulai seret, permintaan gas melon di warungnya melonjak hingga sekitar 20 orang per hari.

Sayangnya, karena keterbatasan stok, banyak konsumen yang harus gigit jari.

Seperti yang terjadi Senin, gas datang sekitar pukul 09.00 Wita, tapi dalam waktu tiga jam sudah habis.

“Sekarang tabungnya kosong semua,” ucapnya sambil menunjukkan beberapa tabung kosong di kolong meja. Ia mengaku tak tahu pasti penyebab berkurangnya pasokan. “Katanya bagi-bagi dengan yang lain,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan oleh pengecer di Dusun Sidawa, Desa Tamanbali.

Ia mengaku menerima 12 tabung gas elpiji 3 kg yang langsung habis dalam waktu singkat. “Habis,” ucapnya singkat saat ditanya soal ketersediaan stok.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di wilayah Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Kecamatan Susut.

Salah satu pangkalan di sana menyebut pasokan masih tergolong normal.

Menanggapi hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli akan melakukan penelusuran terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut.

“Kami akan cek, apakah ini karena permintaan yang meningkat melebihi kuota yang tersedia,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Bangli, Anak Agung Ayu Ira Diah Sunariani. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#gas elpiji #gas langka #bangli