Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Poktan Wanasari Tabanan Kembangkan Lebah Trigona untuk Produksi Madu

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 12 Agustus 2025 | 14:39 WIB
Produksi madu di kelompok tani Wana Kelo, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Bali.
Produksi madu di kelompok tani Wana Kelo, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan, Bali.

BALIEXPRESS.ID- Kelompok Tani (Poktan) Wana Kelo, Desa Wanasari, Tabanan terus mengembangkan budidaya lebah tanpa sengat trigona sebagai salah satu sumber penghasilan sekaligus pelestarian lingkungan.

Ketua Poktan Wana Kelo, Wanasari Putu Nurata, menjelaskan budidaya lebah ini dilakukan karena memiliki kemampuan menghasilkan madu berkualitas tinggi, yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai jual tinggi.

“Jenis trigona yang dibudidayakan adalah Lavicet Sp dan Terminata Sp, dengan rata-rata setiap anggota memiliki 15 hingga 20 sarang. Dari total 15 anggota kelompok, Putu Nurata sendiri memiliki 50 sarang,” jelasnya Senin (11/8/2025).

Dari 50 sarang tersebut, Nurata menyebutkan petani bisa memanen madu pada bulan ke 4-5 setelah pemeliharaan awal atau tergantung pada jenis trigona yang dipelihara oleh para petani.

Meskipun produk yang dihasilkan oleh lebah trigona, namun untuk Poktan Wana Kelo di Desa Wanasari ini baru hanya bisa menghasilkan satu jenis produk saja, yakni madu.

Produk lainnya, seperti propolis belum bisa dipanen secara maksimal.

Untuk produk madu hasil budidaya dipasarkan dalam dua ukuran, masing-masing dibanderol Rp100 ribu untuk untuk ukuran 100 ml dan Rp200 ribu untuk ukuran 250 ml.

Permintaan produk ini diakui Nurata berasal dari berbagai kalangan masyarakat baik di Tabanan maupun di luar Tabanan.

“Permintaan Madu yang merupakan satu-satunya produk olahan lebah klanceng cukup tinggi karena khasiatnya dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh,” jelasnya.

Terkait produksi madu ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia mengapresiasi terhadap langkah yang dilakukan Poktan Wana Kelo.

Menurutnya, budidaya lebah trigona merupakan usaha yang prospektif karena memadukan aspek ekonomi dan ekologi.

“Kami mendorong kelompok tani di Tabanan untuk mengembangkan usaha-usaha inovatif seperti ini. Budidaya lebah trigona tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan karena keberadaan lebah berperan penting dalam penyerbukan tanaman,” ujarnya.

Untuk kedepannya, Subagia menyebutkan jika Dinas Pertanian Tabanan siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar produk madu dan propolis dari Wanasari bisa menembus pasar yang lebih luas. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#lebah trigona #madu #budidaya trigona #tabanan