Prospek Menggiurkan, Bangli Target Perluas 350 Hektare Kebun Kopi pada 2027

I Made Mertawan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 06:44 WIB
Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika. (DOK BALI EXPRESS)
Seorang petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani, Bangli memetik kopi arabika. (DOK BALI EXPRESS)

BALIEXPRESS.ID – Pemkab Bangli terus memperluas areal perkebunan kopi arabika di Kecamatan Kintamani.

Pada 2027, pemerintah menargetkan penambahan kebun kopi seluas 350 hektare,  meningkat dari tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma.

Baca Juga: Art & Bali Umumkan Peserta Pameran Seni Internasional 2026 di Nuanu Creative City

Sarma mengatakan, target perluasan kebun kopi tidak terlepas dari prospek komoditas tersebut yang dinilai menjanjikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, produk ekspor tersebut terus membaik sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Pemasarannya pun relatif mudah, sehingga minat petani di Kintamani untuk menanam kopi terus meningkat.  "Kami melihat prospek kopi ke depan bagus," ujar Sarma.

Baca Juga: Pulang Kerja Bukan Akhir, Ini Awal: Enervon Active Dukung Generasi After Work Gerakkan Budaya Hidup Aktif, Sehat, & Produktif

Perluasan kebun kopi dilakukan melalui usulan bantuan bibit kepada pemerintah pusat. Bibit tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada kelompok-kelompok tani.

Sarma menyebutkan, program perluasan tahun depan difokuskan di wilayah Kintamani bagian barat yang selama ini menjadi sentra produksi kopi di Kabupaten Bangli.

Baca Juga: Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan

"Di Kintamani timur juga ada kopi, tetapi tidak terlalu banyak," jelas Sarma.

Pejabat asal Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli ini menambahkan, saat ini luas perkebunan kopi di Bangli mencapai sekitar 6.000 hektare.

Luasan itu mulai menggeser  lahan jeruk yang juga menjadi produk unggulan di Kintamani.

Pada 2026, Pemkab Bangli juga melakukan perluasan kebun kopi seluas 315 hektare sebagian besar berada di wilayah Kintamani barat. 

Hanya beberapa di Kintamani timur, seperti Desa Abang Batudinding, Buahan dan Terunyan.

"Perluasan dilakukan melalui usulan bantuan bibit ke pemerintah pusat. Bantuan untuk tahun 2026 akan disalurkan pada akhir tahun," terangnya. (*) 

Editor : I Made Mertawan
Kintamani bangli kopi arabika