Musim Kemarau, Inverter Rusak Justru Hambat Produksi PLTS Bangli

I Made Mertawan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:04 WIB
Tidak semua panel di PLTS Bangli berfungsi dengan baik karena inverternya rusak. (I Made Mertawan/Bali Express)
Tidak semua panel di PLTS Bangli berfungsi dengan baik karena inverternya rusak. (I Made Mertawan/Bali Express)

BALIEXPRESS.ID – Musim kemarau seharusnya menjadi momentum bagi PLTS Bangli untuk meningkatkan produksi listrik.

Kerusakan sebagian besar inverter membuat kinerja pembangkit belum optimal. Meski demikian, listrik yang dihasilkan tetap mengalami kenaikan.

Direktur Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Bangli Anak Agung Wibawa Putra mengatakan produksi listrik PLTS mengalami peningkatan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata produksi bulanan sebelumnya.

Baca Juga: Provider Internet Menjamur di Karangasem, Tiang dan Kabel Semrawut Jadi Sorotan

Saat ini, produksinya berada di kisaran 20 ribu hingga 25 ribu kWh. "Astungkara bulan ini bisa di atas 25 ribu," kata Wibawa,  Rabu (26/8).

PLTS yang berada di Desa Kayubihi itu memiliki luas lebih dari 1 hektare. Fasilitas tersebut dilengkapi 5.004 panel dengan 50 inverter.

Saat ini hanya 14 inverter yang masih berfungsi dengan baik. Sisanya mengalami kerusakan akibat usia, sementara 12 inverter rusak setelah disambar petir pada April 2026.

Baca Juga: Apa Shopping Personality Kamu? Intip Gaya Naykilla dan Tenxi di Shopee 9.9 Super Shopping Day  

Perseroda BMB selaku pengelola belum bisa melakukan perbaikan maupun penggantian inverter yang rusak.

Wibawa menyebutkan, inverter yang digunakan merupakan perangkat lama yang dipasang sejak 2013.

Baca Juga: Dewan Klungkung Minta Nelayan Kecil Tetap Dapat BBM Subsidi di Tengah Wacana Pembatasan

Perangkat tersebut kini tidak memungkinkan untuk diperbaiki karena komponennya sudah tidak diproduksi.

"Kita sudah upayakan mencari sparepart, dikarenakan barang tersebut sudah tidak produksi dan mengalami pembaharuan," jelasnya. "Kita akan proses buat kajian untuk revitalisasi PLTS Bangli," tambahnya.

Wibawa menyebutkan, jika seluruh inverter berfungsi normal, PLTS tersebut diperkirakan mampu menghasilkan listrik hingga 100 ribu kWh per bulan.

Produksi sebesar itu pernah dicapai pada 2019. "Tahun 2019 pernah 100 ribu kWh per bulan. Saat itu semua inverter dan panel bagus," kata Operator PLTS I Wayan Yusdiantara, diwawancara terpisah.

Yusdiantara mengatakan kerusakan inverter membuat sebagian besar panel tidak dapat berfungsi. Saat ini, hanya 1.512 panel yang masih berfungsi dengan baik.

Di sisi lain, perawatan tetap dilakukan, seperti menjaga panel tetap bersih dan memastikan rumput liar tidak tumbuh di bawah panel. (*)

Editor : I Made Mertawan
PLTS Bangli musim kemarau bangli