Harga Kapas Anjlok, Petani Karangasem Beralih Tanam Jagung dan Kacang

I Wayan Adi Prabawa • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 06:44 WIB
Kondisi tanaman warga yang ditanami jagung. (Ist)
Kondisi tanaman warga yang ditanami jagung. (Ist)

BALIEXPRESS.ID - Petani kapas di Kabupaten Karangasem mulai mengurangi luas tanam.

Harga jual yang kini sekitar Rp7 ribu per kilogram membuat komoditas ini dinilai tak lagi menguntungkan.

Sejumlah petani memilih beralih menanam jagung dan kacang tanah. Kondisi ini terlihat di Banjar Tegalanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang.

Baca Juga: Berburu Berujung Petaka, Warga Bangli Tertembak Senapan Angin

Seperti yang dilakukan I Nengah Gede Kari, salah seorang petani kapas, yang mengaku tahun ini hanya menanam sekitar 5 are.

Itu pun menggunakan sisa bibit bantuan pemerintah tahun sebelumnya. “Harganya anjlok, sekarang hanya Rp7 ribu per kilogram, saat panen saya hanya dapat 20 kilogram bulan lalu,” kata Kari, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, harga kapas sebelumnya sempat mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Selain harga turun, hasil panen juga kerap tidak maksimal akibat cuaca.

Baca Juga: OTK Rusak Kantor PDAM Kintamani Malam Hari, Dua Pot dan Kaca Jendela Pecah

“Tahun ini saya tidak dapat bantuan bibit kapas. Yang jelas karena faktor cuaca hasil panen tak sebanding dengan tenaga dan waktu jadi rugi,” ujarnya.

Kepala Distan PP Karangasem I Made Sugiartha mengatakan, tahun ini pemerintah memang tidak mengadakan bantuan bibit kapas.

Baca Juga: Peringati Tumpek Uye, Disperpa Badung Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Selain stok bibit di Balittas terbatas, anggaran juga terbatas dan dialihkan untuk program prioritas lainnya.

Data Distan PP menunjukkan luas tanam kapas terus menyusut. Pada 2023 mencapai 82 hektare dengan produksi 62 ribu kilogram.

Tahun 2024 turun menjadi 45 hektare dengan produksi 49 ribu kilogram. Sedangkan 2025 hanya 40 hektare dengan produksi 27 ribu kilogram.

“Bahkan tahun ini dan tahun depan tidak ada bantuan bibit untuk petani kapas di Karangasem,” kata Sugiartha. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
petani kapas tanaman jagung harga kapas