BALI EXPRESS, DENPASAR - Dunia perpileman di Bali kembali digugah dengan tayanganya film layar lebar berjudul ‘Leak’ di Denpasar. Film yang disutradarai oleh Mimi Jegon, ini mampu memberikan gambaran kepada masyarakat tentang ilmu pengeleakan di Bali. Dalam pemutaran perdananya di Denpasar Cineplex, Minggu (3/12) kemarin ini pun tampak ratusan masyarakat yang penasaran akan hasil garapan putra-putri Bali ini.
Sejak pukul 08.00 wita masyarakat yang telah mengatongi tiket berebut mendapatkan tempat duduk dengan angel terbaik. Riuh penonton pun semakin menjadi ketika lampu penerangan di dalam bisokop mulai padam. Tak lama kemudian film pun dimulai.
Ada pun tokoh dalam film tersebut sebagian besar merupakan artis-artis yang sudah sering malang melintang di Pulau Dewata. Seperti halnya Made Bawa (vokalis Lolot Band), 3G, Ary Kakul, dan lain sebagainya yang berjumlah 12 orang. Film yang digarap selama 20 hari, ini merupakan hasil karya Mimi Jagon pertama yang tayang di layar lebar.
Dijumpai sesusai tayang perdana di Denpasar Cineplex, Mimi Jagon yang merupakan Sutradara, Penulis Naskah dan Produser, ini menjelaskan bahwa munculnya film dengan judul Leak ini merupakan bentuk pemahaman untuk masyarakat Bali. Hal ini lantaran sebagian besar masyarakat justru menilai bahwa leak itu adalah jahat, padahal sebenarnya tidak sama sekali.
Hanya saja, menurut Mimi adanya dendam yang memotivasi para penekun ilmu pengeleakanlah yang menyebabkan ilmu itu menjadi jahat. “Kalau diikuti perkembanganya, ilmu pengeleakan itu adalah untuk menjaga diri saja, tapi dengan adanya dendam yang dimiliki manusialah yang menyebabkan ilmu tersebut (leak, Red) menjadi buruk,” ungkapnya.
Film perdanaya di layar lebar, ini sedianya akan ditayangkan sejak 4 Desember hingga 15 Desember mendatang kecuali Sabtu dan Minggu.
Diceritakan Mimi Jagon, dari kemasan film layar lebar yang mencirikan kearifan lokal Bali ini menurutnya justru kesan horornya terletak saat proses pembuatan filmnya. Hal ini lantaran shooting film tersebut dilakukan di dua tempat yakni Pasva Band, di Sesetan dan Villa Taman Punggul Kaja, Desa Blahkiuh, Badung.
Jadi yang paling horror itu saat syuting di Villa Taman Punggul Kaja, itu memang tenpatnya seram dank kita (crew, Red) menginap selama 20 hari penuh,” tuturnya.
Menurutnya, lokasi shooting di Villa Taman Punggul Kaja, ini memiliki aura magis yang sangat tinggi. Bahkan, guna menunjang kelancaran proses pembuatannya, Mimi Jagon mengaku turut melibatkan seoarang sepiritualis untuk memberikan tuntunan secara niskala. “Di Vila Taman Punggul itu suasana magisnya sangat terasa, kami memang sengaja libatkan sepiritualis untuk kelancaran proses,” ungkapnya.
Salah satu contohnya adalah adanya kameramen dan artis yang kesurupan saat pengambilan gambar. Selain itu, dari salah satu pengambilan gambar, terekam jelas bahwa terdapat penampakan wanita dengan kaki tidak sampai tanah di sekitar lokasi shooting. Hanya saja, menurut Mimi Jagon bahwa kehadiran penampakan tersebut bukan untuk mengganggu, melainkan ingin bersama-sama dan bergabung.
“Selain kesurupan, ada juga penampakan yang terekam kamera, tapi berdasarkan analisa sepiritual kehadiranya bukan untuk mengganggu, melainkan hanya ingin bergabung,” paparnya.
Kejadian lainya adalah adanya artis yang kesurupan saat pengambilan gambar. Anehnya, pada saat kesurupan itu yang bersangkutan terasa berat. Bahkan saat diangkat oleh enam orang saja masih kesulitan. “Ada juga yang kesurupan namun berat badanya bertambah, sampai enam orang belum bisa terangkat,” katanya.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dalam setiap proses pengambilan gambarnya, seluruh crew selalu melaksanakan persembahyangan dengan menghaturkan sarana Banten. Hal ini lantaran leak merupakan sesuatu yang memiliki aura magis dan citra yang angker bagi masyarakat Bali.
Hingga saat ini, pihaknya telah mampu menjual sedikitnya 2 ribu tiket khusus film Leak ini. Sedangkan untuk target, Mimi Jagon memasang diangka 5 ribu penonton dalam 10 hari. “Kami target 5 ribu tiket, yang terjual sekarang itu baru 2 ribu, dan semua yang terjual adalah tiket khusus malam hari, kalau lagi 3 ribu itu hanya yang siang hari,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini pihaknya mengatakan bahwa sebagai karya film layar lebar pertama, tentunya masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Hal ini lantaran masih banyak hal yang perlu dipelajari agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam berkarya.
“Iya masih jauh dari sempurna, masih banyak lagi yang harus dipelajari untuk lebih baik lagi dalam berkarya,” tandasnya.
Sementara, salah seoarang artis, Ary Kakul yang turut berperan dalam film tersebut mengaku senang mendapat kesempatan bermain di film horor. Seperti diketahui bahwa Ary Kakul merupakan salah satu artis yang bergelut di film komedi.
“Saya bersyukur diberikan kesempatan main di horor, kalau dulu kan konsen di komedi saja,” ungkapnya.
Terkait dengan adanya rasa takut atau khawatir soal perannya itu, pihaknya mengaku sama sekali tidak ada. Bahkan, pria asal Gianyar, ini mengaku dapat menikmati perannya. Maklum, dia adalah orang yang dikenal dengan komedinya. Hanya saja, ketika berada di lokasi shooting tepatnya di Villa Taman Punggul, Ary Kaku merasakan ada aura magis yang kuat. Bahkan sampai ketakutan kalau berjalan sendiri. “Di sana (Vila Taman Punggul, Red) auranya magis sekali, saya sampai takut jalan sendiri, walaupun teman masih terlihat di pandangan mata,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan pemeran lainya,Astrid yang merupakan pemeran Leak ini mengaku tidak risau sama sekali dengan peran yang diambil. Hal ini lantaran pihaknya telah menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan. “Saya serahkan kepada Tuhan, intinya nunas ica sama Ida Sang Hyang Widi Wasa dan tentunya matur piuning dan sembahyang di Bhatara Hyang Guru, itu saja yang penting, Astungkara lancar dah,” pungkasnya.
Editor : I Putu Suyatra