BALI EXPRESS, TABANAN - Kegemarannya di bidang elektro membuat siswa SMAN 2 Tabanan ini begitu semangat ketika mendapatkan tugas sekolah pada bidang studi kewirausahaan. Bahan baku bambu pun disulapnya menjadi kincir air yang digerakkan dengan bantuan dynamo. Tugas sekolahnya itu akhirnya mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 98.
I Kadek Aditya Prabawa, 16, menuturkan jika ia terpikirkan membuat kincir air karena memang menyukai aliran air pada kincir dari beton yang selama ini banyak dijual. Ia pun berinisiatif membuat sendiri dengan bahan baku bambu sesuai dengan tema tugas kewirausahaannya.
“Senang saja lihat kincir itu bergerak-gerak dan memang sejak SMP saya suka elektro,” ujarnya saat ditemui Jumat (27/4).
Namun dirinya ingin membuat sesuatu yang berbeda, sehingga ia menambahkan gamelan pada kincir airnya sehingga akan menimbulkan efek suara gamelan yang merdu saat kincir berputar.
Ia pun memulai membuat kincir sekitar tiga minggu yang lalu dengan bahan-bahan mulai triplek, sterofoam, kolaher untuk membuat pemukul gamelan berputar, dynamo untuk menaikkan air, serta tentunya bambu yang menjadi bahan baku utama, dan gamelannya sendiri menggukan gamelan yang biasa dijual sebagai mainan anak-anak.
Menurutnya, dalam pembuatan kincir air tersebut memang cukup sulit sehingga karyanya belumlah sempurna. “Agak sulit sih, tetapi bersyukur bisa menyelesaikan karya ini,” imbuhnya.
Siswa kelas XI IPS 4, itu menambahkan jika kendala yang dihadapi hanya pada mengakali agar kolam tidak bocor karena terbuat dari sterofoam, serta mencari ukuran yang pas agar air bisa mengalir dengan baik sehingga kincir bisa berputar. Dirinya pun bersyukur karena karyanya tersebut mendapatkan nilai 98. “Sudah dinilai dan dapat nilai 98,” sambung Prabawa.
Bakat yang dimiliki putra dari pasangan I Wayan Arsana dan Ni Komang Suprapti asal Karangasem yang tinggal di Jalan Rajawali Perum Graha Pertiwi Blok E Nomor 6, Pesiapan itu sejatinya sudah terlihat sejak SMP. Dan ketika duduk di bangku SMA bakatnya semakin terlihat terutama saat diberikan tugas kewirausahaan, sebab pada kelas X ia membuat tugas dalam bentuk eskavator. “Dulu waktu kelas X temanya berbahan triplek dan saya buat eskavator,” imbuhnya.
Prabawa juga mengaku siap untuk membuat kincir air tersebut dalam jumlah banyak apabila memang ada yang berminat, namun ia terkendala alat pemotongan bahan yang saat ini masih ia lakukan manual. Dirinya pun berharap ingin bisa terus membuat karya-karya elektro lainnya sehingga ia berencana melanjutkan kuliah di bidang teknik elektro di Jawa nanti.
Editor : I Putu Suyatra