Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kolam Renang Segening Lembah Arca yang Tinggal Kenangan

I Putu Suyatra • Sabtu, 23 Februari 2019 | 15:12 WIB
Kolam Renang Segening Lembah Arca yang Tinggal Kenangan
Kolam Renang Segening Lembah Arca yang Tinggal Kenangan


BALI EXPRESS, BANGLI  - Kolam Renang Segening, di Lembah Arca, Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, sudah mati suri sekitar 20 tahun. Padahal, dahulu tempat ini ramai dikunjungi. Kondisi itu kini berbanding terbalik. Masyarakat nyaris tak bisa menjamah lokasi ini.


 


Bali Express (Jawa Pos Group), menelusuri eks kolam renang yang kini asetnya tercatat di Bagian Umum dan Aset Setda Pemkab Bangli itu. Bangunan terbengkalai yang luasnya hampir 6.000 meter persegi itu, cukup memprihatinkan. Banyak semak belukar yang tumbuh menutupi atap bangunan ruang ganti pakaian. Dindingnya ditumbuhi lumut, dan ruangannya gelap.


 


Seseorang akan disambut gapura kecil. Di sana juga ada balai semacam balai bersantai. Sisi kiri dan kanan ada dua kolam renang yang tak berair. Kondisinya lebat dengan tumbuhan liar. Masing-masing kolam berukuran beda.


 


Sebelum itu, akses menuju lokasi terbilang sulit. Itu lantaran aspal sudah tergerus air hujan. Jika menuju ke sana, pengendara akan menempuh jarak sekitar 500 meter dari Jalan Raya Bangli-Susut-Kintamani, masuk ke permukiman warga menuruni jalanan terjal. 


 


Pengendara mesti hati-hati. Sebab jalannya curam, licin, lengkap dengan batu kerikil besar. Belum lagi jika sudah menempuh jarak 300 meter dari jalan raya, pengendara akan berhenti karena akses sudah menyempit dan becek.


 


Jika dilihat secara seksama, kolam renang Segening sejatinya punya potensi untuk dikembangkan jadi objek wisata baru. Misalnya wisata religi semacam tempat pembersihan atau malukat oleh umat Hindu. Sebab di sana juga ditemui beberapa pancuran yang mirip seperti yang ada di Tirta Empul, Gianyar, atau tempat lainnya.


 


Hal inilah yang juga diungkapkan Kepala Lingkungan Banjar Kawan, Bangli, Nengah Sujena. Ia sejatinya ingin mengembangkan tempat wisata baru, seperti yang sedang tren. Misalnya tempat swafoto bagi anak muda, atau sekadar tempat nongkrong asyik di cafe kopi. Atau bisa tempat beryoga karena berada di lembah, diapit tebing-tebing, dan pepohonan sejuk."Sempat ditawari bantuan oleh Kementerian Perdagangan. Untuk pengelolaan wisata religi. 


Dananya sedikit dan jalan yang tidak memungkinkan. Rencananya mau dikelola Banjar Kawan. Karena akses jalan jelek, jadi belum bisa dikembangkan," kata Sujena.


 


Sebelum usulan itu diseriusi pihak Banjar Kawan, dulu Dinas Peternakan dan Perikanan Bangli juga ingin mengelola kolam Segening jadi tempat pembudidayaan ikan yang mengarah jadi tempat rekreasi. Namun hingga kini belum terwujud.


 


"Kalau anggaran cukup, Pemkab membantu untuk perbaikan akses jalan, kenapa kami tidak mau? Kami mau mengelolanya supaya jadi tempat wisata," ungkapnya seraya mengatakan pengadaan wisata baru juga menambah PAD Bangli.


 


Dia mengatakan, untuk membuka kembali lokasi itu seperti sedia kala menjadi kolam renang, dia pesimistis. Bukan tanpa sebab karena masyarakat saat ini enggan datang ke kolam renang. Jika dikelola sesuai pangsa pasar saat ini, bukan hal yang mustahil, eks Segening akan ramai dikunjungi.


 


Maka, kata Sujena, Pemkab diharapkan mau memperbaiki akses jalan ke eks Kolam Segening agar pihaknya di Banjar Kawan dapat menata lokasi menjadi bersih dan representatif untuk daya tarik wisata. "Sebenarnya tempatnya bagus, ada sungai di pinggirnya. Belum lagi sekitar 100 meter ada air terjun Segening. Kalau mau dibuka jalur tracking, itu bisa dikunjungi," pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bangli