Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dulu, Dari Tato Sebulan Dapat Rp 40 Juta, Kini Lebih Banyak di Rumah

I Putu Suyatra • Minggu, 17 Mei 2020 | 23:34 WIB
Dulu, Dari Tato Sebulan Dapat Rp 40 Juta, Kini Lebih Banyak di Rumah
Dulu, Dari Tato Sebulan Dapat Rp 40 Juta, Kini Lebih Banyak di Rumah


TABANAN, BALI EXPRESS - Sepinya wisatawan asing yang datang ke Bali akibat Pandemi Covid-19 ini, banyak orang yang mengerinyitkan dahi. Terutama mereka yang mencari nafkah di wilayah Kuta Selatan yang kita tahu sebagai destinasi wisata dunia. Salah satu profesi yang turut terkena dampak dari kejamnya Covid-19 ini adalah artis tato atau seniman tato.



 



Salah satu artis tato itu adalah Wayan Suaradi atau yang karib disapa Wayan T'Boom. Akibat sepinya tamu yang datang ke daerah tujuan wisata, terutama di Kuta, membuatnya sementara ini berada di rumah untuk menghabiskan waktu sehari-harinya. Sembari berharap ada bookingan tato, terutama warga lokal. Studionya sendiri ia namai Boombastic Tattoo.



 



"Saya kan freelance. Dulu sebelum pandemi, satu bulan itu full dapat orderan. Rata-rata 30-35 orang lah. Kalau sekarang, ya kondisinya seperti ini, sangat sepi," ungkap Wayan Suaradi asal Banjar Gerombong, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur ini kepada Bali Express (Jawa Pos Grup).



 



Diakuinya, sejak awal Maret lalu, sudah sangat jarang mendapat panggilan ke studio. Ia sendiri dipercaya oleh 16 studio tato yang tersebar di daerah Ubud serta Kuta. "Terpaksa dari rumah saja. Kalau ada yang telepon, saya ladeni. Itupun hanya beberapa orang saja," cetus ayah 3 anak ini.



 



Mengingat sasarannya dulu adalah tamu asing, terutama tamu dari Asutralia, sudah pasti rupiah yang ia dapat memang bisa dikatakan lebih dari cukup. Nah sekarang, ada yang booking saja, kata Wayan T'Boom sudah sangat senang, meskipun harga sebuah tato yang ia kerjakan, 180 derajat harganya sangat berbeda. 



 



"Dulu sebulannya itu rata-rata dapat bersih Rp 30-40 juta. Penurunannya sekarang bisa 100 persen, bahkan lebih. Yang penting ada pemasukan saja," terangnya.



 



Mengingat berhubungan dengan kesehatan, Wayan T'Boom tetap mengedepankan standar higienis ketika ia menggarap konsumen di rumahnya. Bahkan, standar kesehatan juga diperhatikan, mengingat saat ini dalam masa pandemi. 



 



"Sarung tangan dan masker wajib digunakan. Konsumennya juga saya tanyakan kondisinya. Untuk jarum dan tinta, saya pakai baru semua. Artinya, tidak ada alat yang dipakai dua kali. Standar ini memang menjadi syarat mutlak dalam menggarap tato," beber artis tato yang pernah menyabet penghargaan terbaik saat kontes tato di Tabanan dan Ubud ini.



 



Diapun berharap, pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala di semua sektor.



 



Nah, saat Bali Express (Jawa Pos Grup) menyambangi rumahnya, kebetulan ia sedang menggarap warga setempat, namanya Made Jaya Saputra. 



 



Diakui pria yang disapa Kadek Rawit ini, ia memilih tatonya dikerjakan oleh Wayan T'Boom karena sudah memiliki nama dan skill di kalangan seniman tato. "Dulu Bli Wayan sangat sibuk, sampai susah disuruh bikin tato. Sekarang karena sering di rumah, jadi gampang," ujarnya.



 



Dia sendiri lebih suka dengan jenis tato bergambar realis. Di badannya saat ini, terdapat dua buah tato bergaya realis balinese masing-masing di lengan kanan dan kirinya. "Yang di dada sekarang, saya pilih realis, dengan wajah wanita Indian,"  katanya.



 



Editor : I Putu Suyatra
#bali #tabanan