Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Awalnya Hobi, Kini Putu Wijaya Jual Tamanan hingga ke Luar Negeri

Nyoman Suarna • Senin, 27 September 2021 | 14:05 WIB
Awalnya Hobi, Kini Putu Wijaya Jual Tamanan hingga ke Luar Negeri
Awalnya Hobi, Kini Putu Wijaya Jual Tamanan hingga ke Luar Negeri


MANGUPURA, BALI EXPRESS - Selama pandemi Covid-19 aktivitas masyarakat lebih banyak di rumah. Salah satunya dengan cara menekuni hobi. Seperti dilakukan Putu Wijaya, pria asal Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, Badung.



Dia  memiliki hobi tanaman hias hingga meraup keuntungan. Sebuah tanaman hias miliknya kini mampu terjual dengan harga yang mencapai jutaan rupiah. 



Putu Wijaya menegaskan, bisnis yang dijalaninya sekarang sebenarnya berawal dari hobi yang dilakoni sejak tiga tahun sebelum pandemi Covid-19. “Awalnya berdasarkan dari hobi, kemudian dikembangkan. Dulunya kita saling barter sama teman satu hobi, ternyata saat pandemi ini platycerium sedang naik dan banyak peminatnya,” ujar Wijaya saat ditemui, Minggu (26/9).



Menurutnya, saat ini memilih membudidayakan platycerium karena tidak memerlukan lahan yang luas. Selain memiliki platycerium ia juga memiliki beberapa jenis tanaman hias lainnya. “Dari 18 jenis yang ada, di sini ada 16 jenis yang saya milik, di luar jenis hybrid. Kalau yang hybrid ada sekitar 20 jenis. Karena demandnya besar saat ini harganya juga naik,” ungkapnya.



Pria yang dirumahkan semenjak pandemi ini mengungkapkan, dirinya menjual kepada penghobi yang ada di luar Bali, bahkan tanaman hias miliknya sempat dijual ke luar negeri. “Usaha ini saat ini menjadi penyambung hidup saya, karena sejak hampir dua tahun ini saya sudah dirumahkan. Untungnya ada hobi, untungnya saat ini sedang hype jadi nilai ekonomisnya ada,” ungkapnya.



Lebih lanjut Wijaya mengatakan, saat ini harga dari satu tanaman platycerium dapat dibandrol dari ratusan ribu sampai belasan juta rupiah. Hal ini terjadi lantaran permintaan yang cukup tinggi selain itu untuk mengembangkan platycerium waktu yang diperlukan juga cukup lama. Selama menjalankan bisnisnya ini ia pernah menjual satu tanaman dari harga Rp 8,5 juta sampai Rp 10 juta. “Kalau dulu sebelum naik harganya dari Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta, sekarang mulai harga Rp 300 ribu sampai belasan juta rupiah,” bebernya. 



Wijaya juga menambahkan bahwa dirinya tidak mau menjual tanaman hiasnya di daerah Bali. Hal ini dilakukan karena ia bersama penghobi lainnya saling membantu, bahkan tak jarang sesama penghobi saling bertukar tanaman. “Kalau saya pasar yang saya tentukan itu di luar Bali, yaitu di Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian hobi ini juga sekarang semakin melebar sampai ke luar negeri dan pernah mengirim tanaman ke Jepang,” imbuhnya. (esa)



 



Editor : Nyoman Suarna
#badung