Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita Lengkap Mbak Rara; Dipuji dan Di-Bully, Dapat Kontrak Lebih Besar

I Putu Suyatra • Kamis, 24 Maret 2022 | 22:42 WIB
Rara Isti Wulandari  (istimewa)
Rara Isti Wulandari (istimewa)
JAKARTA, BALI EXPRESS - Aksi pawang hujan MotoGP Mandalika, Rara Isti Wulandari atau yang akrab disapa Mbak Rara, kini benar-benar mendunia. Di tengah pro dan kontra (karena ada yang memuji dan mem-bully, Red), kini Mbak Rara justru dapat kontrak yang lebih besar dibanding di sirkuit Mandalika, NTB.

Di tengah pujian dan hujatan masyarakat Indonesia tersebut, Mbak Rara mimilih tak mau ambil pusing dengan cemooh dan hujatan yang ditujukan kepada dirinya. Sebab menurutnya, apa yang ia lakukan itu adalah berdoa dan memohon kepada Tuhan.

Soal hasil yang terjadi di lapangan, sepenuhnya ia pasrahkan kepada pemilik alam semesta. Hal itu diungkap Mbak Rara dalam video wawancara yang diunggah di channel Karni Ilyas, Rabu (23/3/2022).

“Yang memberikan kesempatan kan Tuhan, kembali lagi ini kan bukan buat gagah-gagahan saya,” kata Mbak Rara, seperti dikutip pojoksatu.id.

Rara mengungkap, tugasnya di Mandalika waktu itu bukan saja menghalau hujan, tapi juga memanggil hujan.

Ia lalu mencontohkan pada uji coba MotoGP Mandalika pada 11-13 Februari lalu.

Saat itu, lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut benar-benar kering alias tidak turun hujan.

Hal yang sama juga terjadi pada saat pengaspalan dari 1-9 Maret 2022. Namun pada malam hari pasca pengaspalan selesai dilakukan, dirinya diminta memangil hujan.

Dan yang terjadi kemudian adalah memang benar hujan. “Pas malam harus panggil hujan supaya aspal itu dingin dan menempel semua,” jelasnya.

Rara mengakui, saat balapan kelas utama MotoGP Mandalika hendak digelar, hujan turun sangat deras.

Tapi di hari itu, dirinya tidak diberikan ID Card oleh Dorna, penyelenggara MotoGP agar bisa masuk ke lokasi dan berdoa di dalam sirkuit.

Rara mengaku sudah cukup mengkhawatirkan hal itu. Dan yang terjadi adalah hujan turun sangat besar.

“Ternyata beneran hujan. Akhirnya mereka mencari Rara,” beber single parent sejak 2013 ini.

Setelah mendapat akses masuk sirkuit, Rara pun langsung beraksi dan melakukan ritual sebagaimana yang terekam dalam video dan foto-foto itu.

Saat itu, Rara mengaku langsung berkomunikasi dengan alam, angin, elemen tanah.

Rara juga beberapa kali meneriaki awan agar hujan reda.

Yang terjadi 10-15 kemudian, hujan benar-benar mereda dan hanya gerimis, sesuai dengan permintaan Dorna.

Dalam kesempatan itu, Rara juga menunjukkan bukti transfer Rp105 juta untuk pekerjaan selama 21 hari.

Terhitung dari tanggal 1-21 Maret 2022, Rara mendapat honor Rp5 juta per hari.

Karni Ilyas kemudian langsung menimpali Rara. “Saya kira tarif perlu dinaikkan?” kata Karni Ilyas.

“Boleh sih, pak,” jawab Rara sembari tertawa.

Rara mengungkap, dirinya sudah sejak dulu diminta menjadi pawang hujan untuk berbagai event besar.

Mulai dari kampanye politik, sampai vaksinasi massal.  Rara juga mengaku cukup akrab dengan Menteri BUMN Erick Thohir lantaran pekerjaannya itu.

Namun, Rara juga membeberkan, aksi di Sirkuit Mandalika itu bukan pekerjaan terakhir yang ia lakukan.

Malah, Rara berujar bahwa dirinya sudah dikontrak selama dua bulan untuk BUMN PT PP yang bayarannya lebih besar dibanding saat MotoGP Mandalika. (pojoksatu) Editor : I Putu Suyatra
#mandalika #pawang hujan #Rara Isti Wulandari