Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perenungan Penderitaan Yesus Kristus 2 Ribu Tahun Lalu

I Putu Suyatra • Sabtu, 16 April 2022 | 01:04 WIB
TABLO: Pementasan Tablo
TABLO: Pementasan Tablo
Jumat (15/4) siang, di Gereja Katolik Santo Petrus, Monang-maning, Denpasar diadakan Tablo atau drama panggung 'Jakan Salib Jumat Agung'. Jumlah pemain Tablo yang terlibat dalam aksi panggung tersebut sebanyak 51 orang. Pertunjukan dengan durasi 1 jam lebih ini tentunya sangat menguras emosi dimana menggambarkan situasi yang dialami Yesus pada 2.000 tahun lalu. 

DEWA KRISNA PRADIPTA, Denpasar

RD. Yohanes Martanto sebagai Pastor Paroki di Gereja tersebut mengatakan sebelum ibadah Jumat Agung pada Jumat sore, pihaknya mengadakan Tablo 'Jalan Salib Jumat Agung' ini.

"Pada hari ini Gereja Katolik Santo Petrus merayakan hari raya Jumat Agung, ini akan menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk merenungkan penderitaan Yesus Kristus yang terjadi dua ribu tahun lalu," ujarnya.

Lebih lanjutnya ia mengatakan, dalam hal ini Yesus harus menderita karena ia ingin menebus dan menyelamtkan umat manusia yang ada di dunia ini. Karena dosa-dosa dari seluruh manusia ini, maka ia harus dipaku dan di salib hingga wafat di Bukit Golgota dan itulah sebagai ungkapan penuh cinta Allah yang paling agung kepada umatnya.

"Ia ingin membebaskan dan menyelamatkan umatnya, itu kira-kira yang menjadi pesan umum yang disampaikan dalam kisah Tablo yang dibawakan oleh orang muda Katolik Santo Petrus Denpasar," serunya.

Lanjutnya, karena situasi pandemi ini tablo tetap berjalan namun tetap menerapkan prokes. Para pemainnya dibatasi dan juga mereka harus menjaga prokes karena masih dalam kondisi pandemi. "Jadi para pemainnya masih sangat terbatas. Kalau yang sesungguhnya pesertanya bisa lebih banyak," tegasnya.

Sebelumnya tablo ini sudah dua tahun tidak dipentaskan karena pandemi. Namun setelah mendapat izin dan kelonggaran, pertunjukan bisa di pentaskan kembali menjelang Paskah ditahun 2022.

Lalu, pemeran Yesus, Johanes Eudes Jordan Siran mengaku memerankan Yesus itu tidak mudah, butuh waktu dua bulan baginya untuk mendalami peran tersebut.

"Latihannya dua bulan untuk menghayatinya. Berat sekali tantangannya mulai dari dicambuk sampai disalib tantangannya. Perasaan saya sangat senang diberikan kesempatan untuk memerankan Yesus. Pesan saya kepada umat agar selalu berdoa jangan lupa pada Tuhan karena tuhan kita ada disini," kata, Johanes. (*)

 
Photo
Photo
Editor : I Putu Suyatra
#yesus #Tablo #jumat agung #Gereja Katolik Santo Petrus #paskah