Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kelompok Waria Singaraja Menari Joged Saat di Pemakaman

I Putu Suyatra • Rabu, 20 April 2022 | 00:43 WIB
MENARI: Mami Siska dan kawan-kawan menari joged untuk TIKA. (istimewa)
MENARI: Mami Siska dan kawan-kawan menari joged untuk TIKA. (istimewa)
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Solidaritas kelompok waria di Singaraja tidak perlu diragukan lagi. Apa pun akan dilakukan demi memenuhi tanggungjawab serta kesejahteraan anggotanya. Seperti aksi solidaritas yang dilakukan pada Senin (18/4) lalu. Kelompok waria ini dikoordinir oleh Mami Siska.

Seorang waria dari Lingkungan Tegal Mawar, Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng. Mami Siska bersama beberapa anggota waria lainnya dengan penuh suka cita menari pada pemakaman salah satu anggotanya yang meninggal karena sakit.

Saat ditemui di rumahnya, Selasa (18/4) sore, Mami Siska menuturkan salah satu anggotanya itu merupakan anggota tercantik. Memiliki body yang ideal serta penari. Semasa hidupnya, anggota yang dikenal dengan nama Tika Inces Widuri itu kerap disawer dari desa ke desa untuk menari joged.

"Nama aslinya Putu Arya Santika, baru 27 taun umurnya dari Desa Banjarasem. Dia memang dikenal suka menari. Dia kadang menari keliling. Laris dia," kata Mami Siska.

Aksi menari joged di pemakaman Tika bukan saja bentuk solidaritas semata. Namun disebut sebagai keinginan almarhum saat diterawang melalui orang pintar.

"Saat metuun, almarhum minta ditarikan joged. Jadi kami pastikan lagi ke keluarganya benar atau tidak. Supaya tidak dikira bagaimana ya, orang berduka kok malah mejogedan. Dan ternyata benar, akhirnya kami turuti untuk menari, untuk mengantarkan Tika ke peristirahatan terakhirnya," tuturnya.

Atas permintaan itu 10 orang anggota waria ini mengambil posisi dan menari. 7 orang menarikan joged dan 3 orang lagi menarikan tari Pendet. Kesepuluh orang tersebut seluruhnya merupakan anggota Waria Singaraja yang tergabung dalam Sekaha Celedu Nginyah. Sepanjang perjalanan menuju ke Setra Adat Banjarasem, Kecamatan Seririt, mereka menari melenggak-lenggok menghibur penonton sembari memenuhi permintaan terakhir Tika.

"Seperti pawai jadinya. Mungkin ini tuntunan dari Tika supaya keluarga serta sahabat yang ditinggalkan tidak larut dalam kesedihan. Jadi semuanya happy, meski situasinya berduka," ujarnya.

Lucunya, ketika aksi menari joged itu dilakukan, para penari melenggok secara totalitas dibarengi dengan mengundang pengibing. Salah satu penari bahkan sampai menghampiri sopir truk. Sontak aksi tersebut mengundang perhatian dan gelak tawa dari yang menonton.

"Iya kami menari sampai ada yang ngibingin sopir truk. Ada-ada saja. Tapi so far semuanya berjalan lancar. Kami berdoa yang terbaik untuk Tika," tambahnya.

Tika disebut-sebut meninggal karena sakit infeksi lambung yang dideritanya setahun belakangan. Ia meninggal pada tanggal 14 April lalu. Kemungkinan pemicunya adalah pengaturan pola makan yang ketat sehingga menyiksa lambung.

"Dia kan penari. Jadi dia jaga body banget. Supaya tetap terlihat segar dan cantik. Lama-lama mungkin akibat diet ketat," sambungnya.

Uniknya lagi, saat akan diprosesi, jenazah Tika tetap didandani seperti layaknya laki-laki utuh. Namun pada bagian wajah, keluarga merias Tika dengan riasan perempuan. Hal tersebut dilakukan mengingat Tika adalah transpuan namun belum sepenuhnya meninggalkan kodrat sebagai laki-laki.

"Supaya mencirikan saja kalau dia itu perempuan. Dipakaikan bedak, lipstik. Tapi tidak banyak, hanya mencirikan saja. Dan busananya tetap laki-laki karena dia belum operasi kelamin. Belum berubah dan masih utuh," terangnya.

Almarhum Putu Arya Santika alias Tika ini diketahui sebagai tulang punggung keluarga. Ia harus memenuhi kebutuhan adik-adiknya serta orangtuanya. Sepeninggal Tika, kini anggota waria Singaraja atau Warga's berjumlah 70 orang di Singaraja.

"Yang meninggal itu sudah ada 7 orang. 1 orang karena laka dan sisanya sakit. Sekarang kurang lebih 70 lah ya," kata dia. Editor : I Putu Suyatra
#bali #waria nari joged di pemakaman #singaraja #buleleng