Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berbahan Meteor, Dibuat di Desa Plumbangan, Blitar

Nyoman Suarna • Senin, 6 Juni 2022 | 18:46 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
Kisah terbunuhnya  Empu Gandring oleh Ken Angrok dengan keris buatannya sendiri diperkirakan terjadi di daerah Blitar, Desa Plumbangan. Hal ini dkuatkan dengan adanya candi atau gapura Plumbangan yang bertuliskan angka tahun 1312 Caka atau 1390 Masehi pada masa Majapahit yang diperintah oleh Wikrama Wardana.

Tidak jauh dari Candi juga terdapat dua prasasti yakni Prasasti Plumbangan 1 dan Plumbangan 2 atau Prasasti Petung Ombo. Prasasti Petung Ombo berangka tahun 1191 Caka atau pada masa kerajaan Singasari yang diperintah oleh prabu Kertanegara. Sementara dari prasasti Plumbangan 1 diketahui bahwa Plumbangan adalah desa tua sejak era Kerajaan Kediri bahkan sebelum Raja Jayabaya menjadi raja.

Plumbangan di era Kediri disebut Panumbangan. Dalam prasasti ini juga diketahui bahwa Plumbangan adalah desa yang memiliki keistimewaan karena merupakan tanah Swatantra yang bebas pajak. Uniknya, prasasti ini juga menyertakan kutukan bagi siapa saja yang melanggar ketetapan.

Manuskrip kuno Negara Kertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca, saksi langsung peradaban Majapahit, juga menuliskan bahwa Panumbangan masuk wilayah Bajra Dara atau tanah perdikan berunsur Budha. Sementara beberapa tempat di Blitar sendiri diketahui, dahulu merupakan tempat memproduksi keris yang jejak-jejaknya masih bisa dilacak hingga saat ini.

Dari sisi fisik keris, mayoritas dugaan, tafsir maupun hipotesa yang berkembang terkait bahan yang digunakan adalah batu meteor yang jatuh ke bumi. Meski demikian, belum diketahui benarkah unsur meteor telah digunakan sejak era sebelum Majapahit.

Pada era Pakubuwono III Raja Kasunanan Surakarta, meteor memang pernah jatuh di Prambanan dan pecah menjadi dua. Batu meteor ini pun diboyong ke keraton oleh masyarakat. Sebagai benda pusaka, batu ini mendapatkan nama Kanjeng Kyai Pamor dan dijadikan bahan tosan aji sejumlah pusaka. Sementara pecahannya yang lebih kecil diperjual- belikan masyarakat di sekitar Prambanan setara dengan emas. Kandungan batu meteor Kanjeng Kyai Pamor pernah diteliti oleh insinyur Nuklir UGM di Batan.

Penciptaan keris dari batu meteor dipercaya mampu membuat keris memiliki kekuatan yang luar biasa, baik dari segi fisik maupun supranatural. Dalam peristiwa hancurnya lumping batu alas tempa milik Empu Gandring, didapat gambaran betapa menyeramkannya keris Empu Gandring saat diadu dengan material keras lainnya. Tentu hal ini di luar logika manusia atau bersifat supranatural. Meksi demikian, menjadi cukup unik keris yang belum jadi ini memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa. Sebab biasanya para empu memasukkan kekuatan supranatural setelah keris itu jadi. Ini memunculkan tafsiran bahwa Empu Gandring telah memasukkan daya supranatural sejak awal keris dibuat bahkan terus-menerus selama proses pembuatan. Diperkirakan Empu Gandring akan menyudahi kerja supranaturalnya seiring selesainya fisik keris. Namun yang terjadi diluar kendali, Empu Gandring wafat, sementara hal gaib yang ada di dalam keris masih liar. Sementara kutukan  empu sekelas Gandring makin membuat keris ini semakin menakutkan. Editor : Nyoman Suarna
#mpu gandring #tuah gaib #keris #misteri #ken angrok