Saat dikunjungi ke rumahnya, Jumat (2/9) siang, Ketut Adi Putra enggan menatap. Ia merasa malu karena ia berbeda. Saat dibujuk, Adi perlahan mulai menatap. Ia membuka kedua tangannya sembari membuka mata. Kekaguman saat melihat bola mata Adi tak bisa dipungkiri.
Mata indah berwarna biru itu telah didapatkan Adi sejak lahir 9 tahun lalu. Mata biru itu diturunkan ayahnya Sukadana. Sukadana juga memiliki mata biru, namun hanya di sebelah kiri. Usut punya usut, ternyata nenek buyut Adi juga memiliki mata biru. “Ini kami matanya tidak ada keturunan bule. Asli dari Bali sudah dari turun temurun. Dari nenek buyutnya,” kata Sukadana.
Adi adalah anak keempat dari Ketut Suryani dan Sukadana. Ia memiliki tiga orang kakak perempuan. Namun ketiga kakaknya tidak memiliki mata biru seperti Adi. Kendati demikian, penglihatan Adi tetap normal. Begitu pula dengan pendengarannya. Ia mampu mengenali warna dengan baik dan melihat benda-benda layaknya penglihatan orang normal. “Melihat biasa saja, tidak ada masalah. Mengenali warna juga kami bisa. Normal. Tidak ada gangguan pendengaran juga. Ini tiga anak perempuan saya matanya hitam. Cuma ini saja satu yang biru,” tambah Sukadana.
Orang tua Adi pun sudah sempat melakukan pemeriksaan medis ke dokter. Saat itu Adi mengalami demam karena terjangkit Chikungunya hingga tidak bisa berjalan. Sukadana dan Suryani lantas membawanya ke dokter, sekaligus menanyakan perihal mata biru yang dimiliki sang anak. Namun dari hasil pemeriksaan, dokter tidak menemukan masalah. Tidak ada diagnosa penyakit apapun. Justru dokter yang memeriksa terheran dan memberikan pujian. “Saat baru lahir matanya memang biru. Tapi tidak terang sekali. Pas tiga bulan baru kelihatan sangat biru. Saya pikir anak saya tidak bisa melihat. Ternyata tidak,” ujar Suryani menimpali suaminya.
Tidak hanya Adi, ayah dan buyutnya, nenek Adi juga memiliki bola mata berwarna biru. Namun warna biru pada bola mata neneknya tidak seterang Adi. Ia memiliki warna biru muda. Sekilas bila dipandang tidak terlihat, namun bila diperhatikan bola mata itu begitu indah. “Saya tidak biru ini namanya,” sergah nenek Adi malu seraya menjauh.
Kondisi mata biru Adi adalah fenomena langka dan unik. Orang Indonesia pada umumnya memiliki warna bola mata hitam atau coklat. Terlebih orang Bali. Sangat jarang ada yang memiliki bola mata berwarna, kecuali dari pernikahan dengan orang asing. Misalnya orang Eropa. Biasanya orang-orang bermata biru akan dijumpai pada suku Lamno di Aceh, suku Buton di Sulawesi Tenggara dan suku Lingon di Maluku. Namun siapa sangka di Bali pun ada keluarga yang memiliki mata biru.
Mata biru yang dimiliki oleh orang-orang istimewa seperti Adi biasanya terjadi karena adanya mutasi genetik. Berdasarkan penelitian dari Pacific Press Agency, mata biru seperti yang dimiliki Adi dan juga orang-orang di suku Lamno, Buton dan Lingon, disebabkan kelainan genetik yang langka. Sehingga menyebabkan mata menjadi berwarna biru dan kemerahan. Fenomena langka dan unik itu disebut sindrom Waardenburg. Sindrom itu merupakan bawaan sejak lahir yang bisa mempengaruhi warna kulit, rambut, mata dan bentuk wajah sejak lahir.
Ciri khas utama dari sindrom ini adalah warna mata yang berbeda satu sama lain. Seperti yang dialami Adi. Atau Sukadana yang memiliki satu mata biru serta satu lagi berwarna hitam.