Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menengok Pedagang Serombotan di Pasar Semarapura, Berjualan Sejak 35 Tahun

I Dewa Gede Rastana • Senin, 5 Desember 2022 | 03:02 WIB
PULUHAN TAHUN: I Wayan Suparmi seorang penjual serombotan sejak sekitar 35 tahun lalu. (I WAYAN ADI PRABAWA/BALI EXPRESS)
PULUHAN TAHUN: I Wayan Suparmi seorang penjual serombotan sejak sekitar 35 tahun lalu. (I WAYAN ADI PRABAWA/BALI EXPRESS)
SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Serombotan merupakan makanan khas yang dimiliki Kabupaten Klungkung. Tak ayal, banyak pedagang yang menjual makanan tersebut. Dari sekian banyaknya pedagang serombotan, terdapat satu penjual yang setia dengan menjual menu itu. Siapa dia?

 

Adalah I Wayan Suparmi, warga asal Sengguan, Klungkung yang telah menjual serombotan sejak puluhan tahun lalu. Untuk saat ini, ia berjualan di Pasar Semarapura, dengan menu handalannya, yakni Serombotan.

 

Ketika dijumpai di tempatnya berjualan, pembeli silih berganti mendatangi dagangannya. Baik makan di tempat maupun dibungkus untuk dibawa pulang.

 

Suparmi menuturkan, ia sudah berjualan serombotan sejak sekitar 35 tahun lalu. Keterampilan itu ia dapatkan dari ibunya yang saat itu sebagai penjual serombotan.

 

Sebelum memiliki warung yang saat ini ia tempati, Suparmi berjualan secara acungan dengan mengelilingi pasar. “Dulu saya nyuun dagangan metanje (menawarkan) keliling,” ujarnya.

 

Dengan perkembangan zaman yang sudah terdapat beberapa alat atau bahan yang digunakan sebagai wadah, ia justru masih berjualan dengan tradisional. Disana tidak ada kertas minyak. Hanya daun pisang yang digunakan untuk menghidangkan dagangannya kepada pembeli.

 

Selain itu, tempat nasinya pun tidak mengunakan alat pemanas. Tersedia tiga sok (tempat nasi berbahan ulatan bambu) berjejer disana. Ia sendiri menyediakan tiga jenis nasi, yakni nasi putih, nasi jagung, dan nasi sela. “Memang dari dulu seperti ini,” tandasnya.

 

Untuk membuat barang dagangannya tersebut, ia mengaku tidak menggunakan kompor gas dalam memasak. Masih secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar. “Saya trauma menggunakan kompor karena ada tetangga saya meninggal kena kompor gas mungkin meledak,” sambungnya.

 

Harga untuk bisa mendapatkan masakannya itu cukup terjangkau. Dirinya mengaku tidak mematok harga kepada pembeli. “Rp 5 ribu boleh, Rp 7 ribu juga boleh,” bebernya.

 

Ia juga menyebut sejumlah orang penting pernah mencicipi serombotan buatannya tersebut. Mulai dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hingga artis Indonesia juga pernah merasakan enaknya olahannya tersebut. “Dulu Peppi pernah kesini, janjinya jam 9.00, datangnya jam 11.00,” pungkasnya. (dir)
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#makanan khas klungkung #pedagang serombotan #didatangi artis #pasar semarapura #berjualan sejak 35 tahun